Blora.Busurnews.com
Desa Kedungwaru Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora pantas dianugerahi penghargaan paling mewah dalam serta ikut memperingati HUT RI yang Ke 79 menunjukkan kekompakan dan pengorbanan yang luar biasa.
Bahkan saat ini para pemuda Desa Kedungwaru telah mendatangkan 13 tim sound system di berbagai daerah terutama Sound Brewog Audio raja horeg dari Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, Jawa Timur untuk ditampilkan di 13 wilayah setiap Dusun Desa Kedungwaru, Jumat (23/8/2024).
Kepala Desa Kedungwaru Sudarsono memaparkan, untuk penyelenggaraan HUT RI pihak Pemerintah Desa tinggal mengikuti kemauan warga masyarakat saja , juga tidak memberikan kontribusi kepada warga. Dana PAD tahun 2024 yang berjumlah Rp 25 juta kami sumbangkan untuk kegiatan dan hadiah peserta karnaval.

“Para warga dan pengunjung bisa berkeliling melihat pentas dari satu panggung ke panggung lainnya dimanapun mereka suka,” ucap Sudarsono.
Selain cek sound oleh team Brewog Audio dan team lainnya, juga diadakan pula kegiatan cek sound yang digelar di setiap dusun Desa Kedungwaru PKL 20.00.WIB dimana team 13 sound system audio akan dimulai, dilanjutkan dengan karnaval pada Sabtu siang yang diikuti oleh warga 21 RT sebagai peserta , juga para anak didik dari Paud, TK, SD maupun MI Desa Kedungwaru.
Para peserta karnaval akan diberikan penilaian dari juri yang diambil dari pihak luar desa, sedang pemenangnya diberi hadiah oleh Kepala Desa Kedungwaru. Hadiah mulai dari kulkas hingga kipas angin serta hadiah dorprise lainnya.
Kegiatan team 13 sound system yang digelar pada 13 RT/dusun pada Jumat malam Sabtu tersebut ternyata mampu. mendatangkan ribuan penonton. Pada umumnya penonton berasal dari wilayah kecamatan Kunduran, Todanan ataupun Kecamatan Ngaringan, hingga luar kota menjadikan suasana Desa Kedungwaru luar biasa ramainya.
Pak Heri warga RT 02 , RW 04 Desa Kedungwaru mengatakan bahwa kegiatan mendatangkan suara Brewog Audio dari Jawa Timur tersebut sepenuhnya adalah upaya dari para pemuda Desa Kedungwaru.
Para pemuda mengumpulkan dana untuk penyelenggaraan pentas sound Brewog audio tersebut, acara ini sudah diselenggarakan 3 kali, setiap pemuda membayar Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta rupiah,” terangnya.“
Pemerintah Desa tidak memungut iuran untuk kegiatan, namun setiap Kepala Keluarga ( KK) dipungut pihak RT untuk biaya Karnaval,” terangnya.
Warga dusun Kedungwaru RT 04, RW 01 Bu santi menjelaskan bahwa keluarganya juga merupakan donatur dari kegiatan karnaval yang akan diselenggarakan tersebut.
“Saya dan suami saya sangat suka sekali atas kegiatan ini, saya nonton acara cek sound saja sampai selesai dan masyarakat Kedungwaru sudah umum kecil muda sampai tua semuanya suka hiburan,” ucapnya sambil tersenyum (GT)

