Kemarau Panjang Landa Sekecamatan Ngawen, Sanggar Barongan Singo Sari Budoyo Gerak Cepat Kirim Air Bersih ke 29 Desa Selama 6 Hari

Busurnews.com,Blora – Di tengah teriknya musim kemarau yang membakar wilayah Kabupaten Blora, sebuah aksi kemanusiaan yang menyejukkan datang dari pelaku seni tradisional.

Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Sanggar Seni Barongan dan Reog Singo Sari Budoyo Ngawen. Sanggar yang beralamat di Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora ini menyalurkan bantuan air bersih untuk ribuan warga yang terdampak kekeringan.

Aksi sosial tersebut dilaksanakan mulai tanggal 30 September hingga 5 Oktober 2026 mendatang.

Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Blora dalam beberapa pekan terakhir memang berdampak serius pada ketersediaan air bersih. Sumur-sumur warga mulai mengering, sumber mata air menyusut, dan warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, minum, mandi, hingga mencuci.

Sejumlah desa di Kecamatan Ngawen menjadi wilayah yang paling merasakan dampaknya. Kecamatan yang berada di perbatasan Blora – Grobogan ini memang menjadi salah satu wilayah langganan kekeringan setiap tahunnya.

Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, Sanggar Seni Barongan dan Reog Singo Sari Budoyo yang dipimpin oleh Dr. Subagio Sri Utomo, S.H., M.H., yang saat ini berada di Bandung, tergerak untuk membantu.

Meski sang ketua sedang berada jauh di Kota Kembang, kepeduliannya terhadap kampung halaman tetap tinggi. Ia langsung menginstruksikan jajaran pengurus sanggar di Blora untuk bergerak cepat membantu warga.

Koordinator lapangan, Aan, bersama dengan Pemerintah Kecamatan Ngawen bahu-membahu mengatur proses pendistribusian air bersih agar tepat sasaran. Bantuan ini direncanakan akan menjangkau 29 desa di seluruh wilayah Kecamatan Ngawen dan akan berlangsung selama 6 hari berturut-turut, mengingat luasnya jangkauan dan tingginya kebutuhan warga akan air bersih.

“Ini adalah tanggung jawab sosial kami. Sanggar ini lahir dari masyarakat Ngawen, jadi ketika masyarakat kesulitan, kami wajib hadir,” ujar Aan.

Warga Antusias Sambut Tangki Air

Antusiasme warga terlihat luar biasa di setiap titik pembagian. Begitu mobil tangki datang memasuki desa, warga langsung berduyun-duyun keluar rumah dan mengantri dengan membawa jerigen, drum, ember hingga galon untuk menampung air bersih.

Anak-anak hingga lansia ikut mengantri. Mereka mengaku sangat bersyukur atas bantuan air bersih tersebut karena sudah berminggu-minggu kesulitan.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Sudah berminggu-minggu kami sulit air bersih, harus cari jauh sampai ke desa lain. Alhamdulillah ada bantuan dari sanggar seni ini, sangat membantu,” ungkap salah seorang warga Ngawen dengan wajah sumringah.

Proses distribusi sendiri diakui tidak mudah. Banyaknya mobil tangki dari berbagai wilayah, instansi, dan relawan yang juga membutuhkan air bersih membuat antrian di sumber air bersih di Blora cukup panjang dan memakan waktu berjam-jam.

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat tim Sanggar Singo Sari Budoyo untuk memastikan bantuan sampai secara bertahap kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Seni Tidak Hanya di Panggung, Tapi untuk Kemanusiaan

Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan sanggar seni tidak hanya sebatas pelestarian budaya tradisional di atas panggung. Lebih dari itu, sanggar juga memiliki kepekaan dan bergerak di bidang sosial kemanusiaan.

“Dari seni untuk kemanusiaan, dari masyarakat untuk masyarakat. Inilah hakikat seni yang sebenarnya. Ketika budaya hadir untuk membantu kesulitan warga, bukan hanya untuk hiburan,” ujar Aan mewakili Sanggar Seni Barongan dan Reog Singo Sari Budoyo.

Pihaknya berharap, apa yang dilakukan oleh Sanggar Singo Sari Budoyo bisa sedikit meringankan beban warga kecamatan Ngawen dalam menghadapi puncak musim kemarau tahun ini yang diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa minggu ke depan.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Ngawen, Salma, mengaku terharu dan berharap aksi sosial ini bisa ditiru oleh sanggar-sanggar seni lainnya di Blora.

“Semoga ada sanggar seni Barong yang lain di Blora yang peduli terhadap nasib dan kesulitan warga masyarakat desa, sebagaimana yang dicontohkan oleh Sanggar Seni Barongan dan Reog Singo Sari Budoyo ini,” tuturnya penuh harap.

Hingga berita ini diturunkan, pendistribusian air bersih masih terus berlangsung dan mendapat pengawalan serta dukungan dari Pemerintah Kecamatan Ngawen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *