LPK Genki Kenshu Senta Blora Targetkan 800 Tenaga Kerja Magang ke Jepang di Tahun 2026, Cukup Bayar Rp2 Juta di Awal

Busurnews.com,Blora – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Genki Kenshu Senta yang beralamat di Jalan Seso–Sayuran KM 4, Desa Puledagel RT 01/RW 01, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, menjadi salah satu penyalur resmi tenaga kerja magang ke Jepang yang terus menunjukkan perkembangan pesat.

Berdiri di tengah masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020, LPK ini resmi memperoleh izin operasional dari Kementerian Ketenagakerjaan pada tahun 2021 dan mulai memberangkatkan peserta magang ke Jepang pada tahun 2022.

Komisaris LPK Genki Kenshu Senta, Supriyanto, menyampaikan bahwa pada tahun pertama operasional, jumlah peserta yang diberangkatkan belum mencapai target 100 orang per bulan. Namun, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, pihaknya optimistis menatap tahun 2026 dengan target yang lebih realistis dan terukur.

“Pada 2026 mendatang, kami menargetkan sekitar 70 orang per bulan atau setara 800 orang per tahun dapat diberangkatkan ke Jepang,” ujar Supriyanto.

Menurutnya, target tersebut didukung oleh peningkatan minat siswa yang belajar langsung di LPK Genki Kenshu Senta. Jika sebelumnya hanya 10–20 persen per angkatan yang belajar secara offline di lokasi, kini angkanya melonjak menjadi 60–80 persen per angkatan.

Supriyanto menjelaskan, syarat utama untuk mengikuti program magang di Jepang sebenarnya sederhana, yakni memiliki niat yang kuat, sehat jasmani dan rohani, serta minimal lulusan SMK sederajat atau setara.

Untuk urusan biaya, LPK Genki Kenshu Senta memberikan kemudahan melalui program dana talangan. Peserta hanya perlu membayar Rp2 juta di awal pendaftaran, sementara sisa biaya keberangkatan sekitar Rp30–40 juta dapat dibayarkan di belakang melalui cicilan setelah peserta menerima gaji di Jepang.

“Jadi biaya bukan lagi menjadi kendala utama. Cukup bayar Rp2 juta di awal, sisanya dicicil setelah magang di Jepang,” jelas Supri.

Ia menambahkan, peserta yang serius dan disiplin dalam mengikuti pelatihan umumnya dapat berangkat dalam waktu 6–7 bulan. Sementara bagi peserta yang belum lolos wawancara dengan perusahaan Jepang, membutuhkan waktu hingga 10–12 bulan dengan tetap mendapatkan pendampingan.

Adapun bidang pekerjaan yang tersedia di Jepang cukup beragam dan sesuai dengan kebutuhan industri di sana, mulai dari konstruksi, perawat, kaigo (perawat lansia), perhotelan, restoran, pengolahan makanan, pertanian, perkebunan, hingga driver.

Dengan kehadiran LPK Genki Kenshu Senta di Blora, masyarakat setempat diharapkan tidak perlu jauh-jauh mencari penyalur tenaga kerja ke luar kota. Selain lebih mudah dipantau dan dipercaya karena legalitasnya yang jelas, peserta juga dapat langsung datang untuk mengecek proses pelatihan dan pemberangkatan.

Ke depan, Supriyanto berharap para pekerja yang telah purna magang dari Jepang dapat bersaing di perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Indonesia, memiliki modal usaha, serta mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga lainnya di Kabupaten Blora.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *