Busurnews.com,Blora – Ketika sumur-sumur warga mengering dan aliran PDAM tak lagi mengalir, setetes air bersih menjadi barang yang sangat berharga.
Di tengah situasi itulah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau DPC Blora memilih untuk turun dan hadir langsung di tengah masyarakat.
Tidak hanya dengan kata-kata, LSM Harimau Blora menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan parah. Bantuan ini menyasar 25 desa yang tersebar di beberapa kecamatan, yakni Jiken, Jepon, Blora Kota, dan kemungkinan akan terus bertambah hingga ke Kecamatan Banjarejo.
Ketua DPC LSM Harimau Blora, Sugeng Riyanto, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Penyaluran dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan yang matang, menyasar warga yang benar-benar terdampak dan kesulitan air.
“Kita menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan dampak kekeringan. Planningnya, ada 25 desa di sekitar Blora kota dan beberapa kecamatan,” ujar Sugeng, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, aksi ini bisa terlaksana berkat gotong royong banyak pihak. Ia mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut membantu, mulai dari instansi pemerintah, teman-teman pemborong, hingga dinas-dinas terkait.
“Kami berterima kasih karena sudah banyak pihak yang ikut membantu menyumbang air kepada masyarakat yang sedang membutuhkan. Dari pihak instansi, ada juga dari teman-teman pemborong, dan dinas-dinas yang kami ajak untuk menyalurkan sumbangan. Ini dalam istilahnya kita mewujudkan bantuan sosial kepada masyarakat,” jelasnya.
Lebih dari sekadar membagikan air, Sugeng ingin memaknai kegiatan ini sebagai upaya mengembalikan wajah organisasi masyarakat kepada fitrahnya: hadir untuk rakyat.
Bagi Sugeng, masih ada stigma negatif yang melekat pada ormas dan LSM di mata sebagian masyarakat. Melalui aksi nyata inilah, ia ingin membuktikan bahwa ormas bisa menjadi jembatan kepedulian.
“Kita hanya mewujudkan bahwa organisasi massa LSM Harimau ataupun ormas-ormas lain itu menghilangkan efek-efek negatif dari pandangan masyarakat. Mungkin ada sisi pandangan negatif ke kita. Nah, ini kita wujudkan bahwa kita benar-benar melakukan bantuan, mewujudkan bentuk rasa kepedulian kita kepada masyarakat,” tambahnya dengan tulus.
Air yang Dinanti di Dukuh Weru
Makna bantuan itu sangat dirasakan oleh warga Dukuh Weru, Desa Temurejo. Sudah berhari-hari, warga di sana harus berjuang mendapatkan air karena PDAM tidak mengalir.
Pak Jo, salah satu penerima bantuan, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Ketua LSM Harimau Blora, Pak Sugeng Riyanto, yang telah memberi bantuan air bersih kepada warga Dukuh Weru yang selama ini kekeringan air. Karena PDAM sudah tidak berjalan, berhenti beberapa hari ini. Jadi warga benar-benar butuh air,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Bagi warga Dukuh Weru, bantuan air bersih itu bukan hanya pelepas dahaga, tapi juga pengharapan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi bencana kekeringan tahun ini.
Di akhir, Pak Jo menitipkan sebuah doa dan harapan agar kepedulian ini tidak berhenti di air saja.
“Semoga ke depannya LSM Harimau bukan hanya bantuan air bersih saja, semoga bantuan-bantuan lainnya bisa disalurkan kepada warga-warga yang benar-benar kurang mampu,” pungkasnya.
Aksi LSM Harimau ini menjadi pengingat bahwa di tengah musim kemarau yang kering, kepedulian antar sesama adalah sumber mata air yang tak pernah kering.

