Busurnews.com,Blora, Sebanyak 136 siswa SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan Makan Bergizi Gratis MBG yang dibagikan pada Senin (07/09/2026).
Para korban mulai merasakan gejala gangguan pencernaan seperti mual, sakit perut, dan diare sejak Senin sore hingga Selasa pagi.
Menu Ayam Santan Jadi Dugaan Penyebab
Dugaan sementara mengarah pada menu MBG ayam bersantan yang dikonsumsi siswa seusai jam istirahat.
Salah satu korban, Adelia, mengaku merasakan sakit perut dan mual sesaat setelah pulang sekolah.
“Kemungkinan dari sayur santan ayam. Sampai tadi siang sudah sekitar empat kali keluar masuk kamar mandi,” ujar Adelia saat menunggu pemeriksaan medis di sekolah.
Penanganan Massal dan Pendataan Korban
Menindaklanjuti kejadian tersebut, penanganan medis langsung dilakukan di lokasi sekolah. Tim kesehatan melakukan pemeriksaan massal kepada para siswa dan merujuk sejumlah siswa yang kondisinya membutuhkan perawatan lanjutan ke klinik terdekat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, penanganan kasus ini dikawal langsung oleh Wakil Bupati Blora, Kepala Dinas Kesehatan Blora, jajaran TNI/Polri, pihak sekolah, serta didampingi oleh para orang tua murid.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten DKK Blora, Edy Widayat, menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap siswa yang terdampak.
“Saat ini masih pendataan siswa untuk dilakukan pemeriksaan. Ada juga yang sudah dilarikan ke Klinik terdekat. Penyebab dugaan keracunan masih didalami dari menu kemarin,” jelas Edy.
Distribusi MBG Dihentikan Sementara
Sebagai langkah antisipasi, distribusi menu MBG untuk hari Selasa dipastikan dihentikan sementara guna mencegah timbulnya korban tambahan.
Selain itu, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG yang menyuplai makanan tersebut juga dihentikan sementara hingga proses penyelidikan dan uji laboratorium selesai dilakukan.
Pihak DKK Blora bersama instansi terkait masih menelusuri rantai distribusi makanan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian, untuk memastikan sumber pasti penyebab keracunan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi sebagian besar siswa dilaporkan mulai membaik setelah mendapatkan penanganan. Pihak sekolah dan pemerintah daerah memastikan akan terus memantau perkembangan kesehatan para siswa.

