Zakat punya kontribusi besar dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan penanganan bencana.

 

 

Busurnews.com, JAKARTA — Syukur ke hadirat Allah SWT, mengawali penulisan artikel ini.
Betapa tidak, selain sambutan umat yang penuh antusiasme dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, Gerakan Cinta Zakat mendapat sokongan dari berbagai pihak.

Zakat punya kontribusi besar dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan penanganan bencana.
Karena itu, Gerakan Cinta Zakat untuk mengajak lebih banyak umat Islam menyisihkan hartanya.
Dana zakat yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dapat digunakan sebaik-baiknya untuk membantu mereka yang mengalami kesulitan akibat pandemi covid-19.
Selain itu, hal tersebut juga membantu mengentaskan masyarakat dari kemiskinan secara menyeluruh di negeri ini.

Gerakan Cinta Zakat juga sejalan dengan program pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan dan membantu korban bencana alam. Mengingat saat ini banyak musibah yang terjadi di berbagai daerah.

Dana yang terkumpul dari zakat juga bisa dimanfaatkan untuk menuntaskan program-program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Belakangan, Gerakan Cinta Zakat juga di-launching Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar dan Sekjen MUI, Dr Amirsyah Tambunan, dalam acara buka puasa bersama di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (4/5).
Acara yang digelar secara hibrida, kombinasi luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring) melalui kanal Youtube BAZNAS TV diikuti para pimpinan Baznas provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia.

KH Miftachul Akhyar mengatakan potensi zakat harus terus digali sehingga Gerakan Cinta Zakat bisa menjadi kekuatan pemberdayaan umat.
Sebab, social movement ini tak bisa berjalan sendiri karena membutuhkan penguat, khususnya dari para ulama dan para pemangku kepentingan lainnya.
Ditambah lagi dukungan media massa dan media sosial, Gerakan Cinta Zakat pun semakin menggelegar.

Era teknologi informasi yang terus berkembang secara dinamis membawa perubahan signifikan dalam cara berkomunikasi dan memobilisasi massa.
Atmosfer publik yang dahulu tersekat dalam ruang dan waktu, kini tereliminasi oleh teknologi mutakhir, hingga melahirkan sebuah spasi tak terbatas dan bisa diakses oleh siapa pun, di mana pun dan kapan pun.

Public space itu bernama rumah virtual.
Kecanggihan dan efektivitas dunia maya ini semakin nyata terlihat kala sebuah gerakan sosial mampu memanfaatkannya.
Salah satu the new social movement itu bernama Gerakan Cinta Zakat. Tiada hari tanpa sosialisasi dan publikasi, segenap amilin-amilat Baznas dan stakeholders terkait, penuh semangat menyerukan Gerakan Cinta Zakat.
Akses internet pun mudah didapat sehingga gerakan lewat story telling ikut dibangun lewat media social.
Seiring perjalanan waktu yang semakin cepat berlalu, semakin banyak orang yang tahu dan tertarik serta berkontribusi dalam Gerakan Cinta Zakat. Mereka berlomba-lomba menjadi muzaki.

Karena itu, Indonesia harus bangga memiliki orang-orang yang berkat Gerakan Cinta Zakat, mau bergerak ke arah yang lebih baik: mengubah mustahik menjadi muzaki.

Bila selama ini organisasi Baznas di berbagai daerah digerakkan oleh para pengurus, amilin-amilat dan perwakilan unsur pemerintah (PNS) di bagian sekretariat, melalui Gerakan Cinta Zakat, Organsasi Pengelola Zakat (OPZ) yang berada di bawah koordinasi Baznas akan terasa seperti menjadi milik bersama, baik oleh ulama, para tokoh dan masyarakat.

Lewat Gerakan Cinta Zakat, umat semakin mencintai dan menyayangi Baznas dan OPZ.
Para amilin-amilin Baznas di Republik ini tentu menyatakan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak atas dukungan mereka.
Gerakan Cinta Zakat ialah gerimis yang menjadi hujan hikmah, karena sesungguhnya sudah lama menjadi budaya bangsa Indonesia.

Sebab, sifat gotong-royong dan saling membantu, sudah mendarah daging di masyarakat Nusantara.
Inilah yang menjadi penopang utama Gerakan Cinta Zakat sebagai bentuk nyata dari aksi filantropi Islam di Tanah Air yang tak lekang dimakan zaman.
Tak mengherankan jika Charities Aid Foundation (CAF) menempatkan Indonesia pada urutan teratas negara yang berpenduduk paling dermawan.
Survei World Giving Index menempatkan RI ke dalam 10 besar bersama Amerika Serikat, Myanmar, Selandia Baru, Australia, Irlandia, Kanada, Inggris, Belanda dan Sri Lanka.

Semoga Gerakan Cinta Zakat yang digaungkan umat dan bangsa ini semakin menggelegar sebagai wujud filantropi Islam yang menggetarkan dunia.
Menjadi gerakan penuh cinta kasih yang turut mendorong optimalisasi pemberdayaan sosial-ekonomi kaum dhuafa dan pengentasan kemiskinan di negeri ini.

Amin ya Rab al-‘alamin.

 

@garsantara