*Yulia Lahudra: Bersama INSANO Kita Berperang Berantas Narkoba*  

 

Busurnews.com , Jakarta – Mars Insano: (cip : Sismanu)
_Indonesia Anti Narkoba_
_INSANO singkat namanya_
_Bersama rakyat kita bisa_
_Mari tumpas Narkoba bersama_

Reff:
_Narkoba penghancur anak bangsa_
_Jangan merajalela_
_Jadikan Narkoba musuh bersama_
_Agar generasi utuh selamanya_

_Narkoba perang modern bangsa_
_Mari lawan bersama_
_Dari warga sampai anak bangsa_
_Ciptakan kader bela negara_

Kembali ke Reff
_Ciptakan kader bela negara_) 3x

Sekitar seratusan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-3 dari Perkumpulan Indonesia Anti Narkoba (INSANO) berlangsung di Hotel Bayak, Mega Mendung, Puncak, Bogor.

“Dalam acara Rakernas ini dimulai dengan acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan nara sumber anggota MPR RI dari unsur DPD Propinsi Banten Habib Ali Alwi M.Si.” Ungkap Ketua Umum INSANO Sismanu, Sabtu (30/10) pagi di Bogor.

Sismanu mengatakan bahwa kerjasama dengan MPR RI untuk sosialisasi sudah berulang kali dilakukan oleh INSANO. Materi yang disampaikan dalam sosialisasi empat pilar MPR RI adalah:
Pertama, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Kedua, UUD 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR. Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara. Keempat, Bhineka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara.

“Kali ini Rakernas mengagendakan pelantikan kolektif pengurus INSANO dari beberapa DPD dan DPC, antara lain DPD Jawa Timur dan DPC Jawa Tengah, DPC Tangerang Selatan, DPC Sukabumi,” lanjut Sismanu.

Salah seorang peserta Rakernas, Yulia Lahudra S.Pd, MM, PhD. menilai peran INSANO di tengah masyarakat sangat penting dalam membantu program pemerintah memberantas kejahatan narkoba yang sudah mendunia.

“Saya rasa ide dan program usulan yang tengah dilakukan oleh Sismanu untuk memberi peran luas kepada tokoh masyarakat, baik Ketua RT dan RW untuk menjadi tenaga penggerak anti narkoba sudah tepat. Bila program ini dilaksanakan secara nasional insya Alloh dapat mempersempit tindak pidana narkoba yang prevelensi tidak juga menurun secara signifikan,” kata Yulia Lahudra yang juga anggota FKDM Kota Bogor.