Wisata Kota Perjuangan

Busurnews.com, Jakarta – Aloha Guys, penulis kembali lagi nih membuat artikel yang berkaitan dengan destinasi wisata, sebenernya sempat mengingat – ingat kota apa lagi ya yang pernah penulis kunjungi, hingga muncul di benak penulis yaitu Kota Yogyakarta. Kenapa penulis sebutnya Kota Perjuangan? Sebenarnya Jogja juga dapat dijuluki kota pelajar loh guys tetapi supaya penulis bisa cerita tentang perjuangan masyarakat Indonesia di Yogyakarta maka lebih tepat penulis menyebutnya Kota Perjuangan aja ya guys karena sebelumya penulis membahas mengenai obyek wisata Bali.. kalian boleh liat artikel sebelumnya yang membahas tentang Bali di Keanekaragaman Wisata Pulau Dewata.
Ok, tidak perlu berbasa – basi lagi langsung aja ke ceritanya.. check it out
Pasti kalian tahu dong Indonesia pernah dijajah oleh bala tentara Belanda sekitar 3.5 abad atau 350 tahun, nah setelah Jepang menjajah Indonesia selama 3.5 Tahun, sempat berakhirlah perang dunia ke II yang disebut perang Asia Timur Raya, dan tepat tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya, tetapi pada saat Indonesia sudah merdeka bala tentara Belanda datang lagi ke Indonesia untuk menyerang dengan melakukan aksi militer atau polisionil, memang belum puas – puas ya Belanda, mereka tetap ingin menguasai Indonesia. Hari demi hari Belanda selalu mendesak tentara Indonesia hingga situasi semakin bahaya yang membuat Indonesia harus memindahkan pemerintahannya yang baru saja terbentuk secara diam – diam dari Jakarta ke Yogyakarta, ini terjadi sekitar tahun 1946.
     Nah, pada tahun 1948 udah selang 2 tahunan nih guys, serangan bala tentara Belanda pindah ke Yogyakarta dan menangkap para pembesar – pembesar Indonesia lalu mengasingkan mereka ke daerah Prapat, Sumatera Utara dan ke Pulau Bangka. Hal ini belum berakhir, laskar Indonesia dengan dukungan para rakyat Republik Indonesia tetap melakukan perlawanan secara sembunyi – sembunyi yang dipimpin oleh Jendral Sudirman.
      Bala tentara Belanda sudah membangun benteng pertahanan di Yogyakarta, tetapi sekitaran bulan February 1949, di daerah Bibis tentara Republik Indonesia mulai merencanakan serangan dan pada tanggal 1 Maret 1949 tentara Republik Indonesia melaksanakan serangannya itu pada saat fajar. Serangan ini dikenal dengan nama serangan Fajar atau serangan Oemoem 1 Maret. Dalam serangan ini tentara Republik Indonesia berhasil merebut Yogyakarta kurang lebih 6 Jam. Hingga sekarang dikenal dengan istilah 6 Jam di Jogja.
      Serangan umum tanggal 1 Maret merupakan puncak dari perjuangan masyarakat Indonesia melawan bala tentara Belanda yang berhasil merebut kembali Indonesia. Pada catatan sejarah masyarakat Yogyakarta pun tidak pernah tertinggal dalam mengusir penjajahan Belanda. Antara lain perjuangan yang sering kita ketahui di buku – buku sejarah SD, SMP, dan SMA yaitu perjuangan Sultan Agung pada tahun 1628 dan 1629 serta perjuangan pada perang Diponegoro antara tahun 1825 hingga 1830. Seluruh perjuangan mereka lah yang membuat kota ini dinamakan Kota Perjuangan. The End..
     Yap, itu merupakan cerita singkat perjuangan dari masyarakat Yogyakarta demi mempertahankan Indonesia dan mengusir penjajah Belanda.
Baik langsung saja kita bahas 5 destinasi wisata unggulan yang ada di Kota Perjuangan ini..
1. Candi Prambanan

     Obyek pertama yang akan dibahas adalah Candi Prambanan, siapa sih yang tidak tahu Candi Prambanan, Candi yang sangat ikonik dari Yogyakarta, tidak lengkap rasanya ke Jogja jika tidak berkunjung kesini. Btw, Candi ini juga terdapat sejarah yang memiliki unsur magis loh, ceritanya berasal dari cerita Roro Jongrang. Bagaimana cerita nya ya??? , ok penulis ceritain nih..

      Alkisah menceritakan berdirinya sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Prambanan dan dipimpin oleh Raja Prabu Baka, Rakyatnya hidup tenteram dan damai. Lalu disamping itu terdapat sebuah kerajaan yang suka menguasai kerajaan lain yaitu Kerajaan Pengging dan dipimpin oleh Raja Pengging.

Raja Pengging memiliki ksatria bernama Bandung Bondowoso, ia memerintahkan Bandung Bondowoso untuk menguasai Kerajaan Prambanan, ia adalah seorang yang sakti dan memiliki pasukan jin, ia juga suka merintah dengan kejam, jika tidak mau menuruti perintahnya maka orang itu akan menderita. Semakin hari kehidupan Kerajaan Prambanan semakin terusik dan pasukan Kerajaan Prambanan tidak dapat mengalahkan Kerajaan Pengging,  Raja Prabu Baka pun tewas, yang pada akhirnya Kerajaan Prambanan dikuasai oleh Kerajaan Pengging.

Tidak lama berkuasa, Bandung Bondowoso selalu mengamati dan melihat tingkah laku Roro Jongrang putri raja Prabu Baka yang cantik. Lalu Bandung Bondowoso memanggil Roro Jonggrang dan melamarnya. Putri Roro Jonggrang terheran – heran dan kaget, karena ia pun sangat tidak menyukai Bandung Bondowoso, karena Bondowoso seorang yang kejam, ia telah membunuh ayahnya dan membuat rakyatnya sengsara. Dengan tegas Roro Jongrang menolak lamaranya Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso sangat marah dan mengancamnya jika Roro Jonggrang menolak lamaran Bondowoso, rakyat dan dirinya akan  menderita. Roro Jonggrang meminta waktu berpikir. Akhirnya Roro Jonggrang memutuskan akan menerima lamaran Bondowoso dengan syarat membangun 1000 candi dalam waktu 1 malam. Bandung Bondowoso menerima syaratnya dan langsung mengerjakannya pada malam itu dengan meminta bantuan pasukan Jin nya.

Dengan gelisah Roro Jonggrang memantau dari kejauhan karena candi – candinya hampir semuanya selesai dibangun. Lalu Roro Jonggrang memanggil dayang – dayang kerajaan untuk membantunya menggagalkan Bondowoso. Roro Jonggrang memerintahkan dayang – dayang nya untuk membakar jerami, sebagian menyebarkan bunga dan membangunkan ayam jantan dan sebagian lagi membunyikan lesung. Lesung dibunyikan “dung dung dung” warna langit mulai memerah seperti fajar menyingsing (akibat jerami yang dibakar), ayam berkokok dan wangi bunga – bunga pun bertebaran, pasukan jin Bondowoso pun pergi padahal masih ada 1 candi lagi yang belum terselesaikan.

     Bondowoso pun tau semua ini ulah dari Roro Jonggrang yang mencoba menggagalkannya, akhirnya Roro Jonggrang diubah menjadi candi untuk melengkapi 1000 candi itu yang saat ini dikenal dengan Candi Roro Jonggrang.
     Nah guys, itu lah kisah Candi Prambanan. Awal mula terbangunnya banyak candi ternyata yang membuat adalah ksatria sakti yang kejam dan salah satu candi adalah wujud dari Roro Jongrang. Percaya atau tidak kalian yang menentukan..
The End….
Durga Roro Jonggrang
Candi Prambanan waktu senja bagus juga loh guys buat dijadikan spot foto..
Let you see
Bagus bukan?? Hehe
Tidak hanya itu pada malam hari candi ini di terangi oleh cahaya lampu yang indah.. cocok juga dijadikan spot foto
Coba liat lagi ini
Night Prambanan Temple
Nah guys, harga tiket masuk Prambanan terbilang lumayan lah ya.. berikut Harga Tiket Masuk Candi Prambanan:
For Adult Domestic Tourist : Rp. 40.000
For Child Domestic Tourist : Rp. 10.000
For Adult International Tourist : $18
For Child International Tourist : $ 9
Tidak hanya berphoto – photo nih guys kalian juga bisa menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana Ballet pada malam hari pukul 19.30 WIB.
Sendratari Ramayana Ballet
Harga Tiket:
Special Class : Rp. 300.000
1st Class : Rp. 200.000
2nd Class : Rp. 150.000
Untuk jadwal nya sudah ditentukan guys.
kalian bisa cek jadwalnya langsung di Jadwal Sendratari Ramayana.
Ok next ke obyek wisata kedua.
2. Hutan Pinus Pengger Yogyakarta

Hutan dengan banyak pohon pinus yang menjulang tinggi yaitu diberi nama Hutan Pinus Pengger. Hutan ini terletak di jalan Sendangsari, Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hutan ini juga termasuk obyek wisata edukasi sekaligus ekowisata karena kalian tidak hanya menikmati suasana alam dan melihat Jogja dari ketinggian, kalian juga dapat mengadakan kegiatan disini. Seperti camping, kegiatan outbound, pembelajaran dalam konservasi alam dan lain sebagainya.

     Cuma pada artikel ini saya hanya akan membahas waktu disiang hari ya guys dan hanya bahas tentang spot foto saja tetapi untuk referensi harga saya akan cantumkan secara keseluruhan.
Baik, diHutan Pinus ini memiliki best spot photo loh seperti tangga cinta, sarang burung, dan Tangan Raksasa. Sebenarnya sih masih banyak lagi spot photo terbaik disini hanya saja penulis menelusuri hutan hanya melihat 3 spot itu.
Berikut spot – spot nya guys…
Tangga Cinta
Sarang Burung
Tangan Raksasa
Nah jika kalian photo dari bawah juga kelihatan keren guys..
Coba lihat
Fokusnya ke pohonnya ya guys jangan ke orangnya.. wkwk
Mau main ayunan juga ada nih
Pokoknya spot foto disini keren – keren dan kreatif deh .. ga nyesel..
Nah tadi penulis janji ingin memberikan referensi harga nya nih untuk kegiatan disini. Berikut harganya :
Untuk Parkir Motor : Rp. 2.000/motor
Untuk Parkir Mobil : Rp  5.0000/mobil
Untuk Parkir Bus : Rp. 20.000/bus
Untuk Kawasan Hutan : Rp. 2.500/orang
Untuk Panggung Sekolah Hutan : Rp. 2.500
Untuk Jelajah Alam : Rp. 10.000/orang
Untuk Studio Alam : Rp. 2.000/orang
Untuk Panjat Tebing : Rp. 15.000/orang
Untuk Sepeda Hutan : Rp. 10.000/orang
Untuk Flying Fox : Rp. 15.000/orang
Untuk Hammock : Rp. 10.000/orang
Untuk Camping Ground : Rp. 15.000/orang/hari
Banyak kan kegiatannya guys. Boleh coba guys aktivitas – aktivitas diatas.. harganya terjangkau.
Next obyek ketiga..
3. Pantai Sadranan Gunung Kidul
Obyek ketiga ini penulis akan membahas mengenai wisata alam yaitu Pantai Sadranan. Pantai ini berlokasi di Jalan Krakal Pantai Sadranan, Tepus Sidoharjo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Pantai yang sudah diminati banyak wisatawan mancanegara dengan panorama laut yang indah dan ombak yang tenang menjadi kelebihan pantai ini.
Kalian bisa melakukan aktivitas dengan snorkeling juga loh disini (ada harga tersendiri), kalian bisa melihat berbagai biota laut , rumput laut, terumbu karang didalam laut, bahkan kepiting juga dapat kalian lihat menggunakan bantuan kacamata snorkeling nya, atau kalian hanya sekedar berphoto dengan obyek yang bagus – bagus disini..

Pantai ini memiliki pasir yang sangat halus. Disini terdapat batu karang yang besar untuk dijadikan spot foto dan diabadikan didalam galeri HP mu. Dijamin kalian yang berkunjung kesini tidak akan rugi dan selalu berkeinginan datang lagi deh…

Harga tiket masuk disini hanya Rp. 10.000 dan untuk biaya parkir motor Rp. 2.000 dan mobil Rp. 5.000.
Nanti Insya Allah dilain waktu akan dibahas mengenai macam – macam Pantai yang bisa kalian kunjungi di Kota Perjuangan secara spesifik ya guys.. hehe
4. Malioboro
Yes, saatnya berbelanja dan membeli oleh – oleh nih guys. Udah lelah jalan – jalan tidak lupa membeli sesuatu untuk orang tercinta atau keluarga kalian nih di Malioboro. Malioboro menjual berbagai oleh – oleh Jogja dari makanan, baju, minuman dan lain – lain. Oleh – oleh yang paling sering dicari disini adalah Bakpia patok atau kaos – kaos.. hehe..
Jika kalian lelah setelah berbelanja kalian bisa menaiki becak yang siap mengantar anda ketempat tujuan.. hehehe
Biasanya mereka ada pangkalan sendiri loh.
Nah, di sini kalian juga bisa berphoto loh walau hanya diarea jalan, tempat wisata belanja disini berbeda karena seluruh tulisannya terdapat tulisan jawa kuno.
Nih saya perjelas..
Sudah jelas kan guys.. hehe
Lanjut ke obyek wisata terakhir pada artikel ini..
5. Alun – Alun Jogja
      Nah guys, kali ini obyek wisata yang memiliki mitos nih guys.. kalian lihat gambar diatas, dua pohon dengan bentuk yang sama.. yap pohon itu dinamakan Pohon Kembar.. kenapa pohon kembar ya karena bentuknya kembar.. haha

So lets get to the point..

     Jadi aturan mainnya gini.. kalian harus menutup mata kalian menggunakan kain dan berjalan dengan mata yang tertutup kain itu sejauh – jauhnya min 30 meter lah, jika kalian berjalan lurus dan melewati pohon beringin itu maka permintaan kamu akan terkabul, ini dinamakan “Laku Masangin” dalam bahasa jawa. Posisi pohon ini berada di Alun – Alun selatan tidak jauh dari Keraton Jogja.
      Btw, di Alun – Alun ini banyak sekali loh aktivitas pada malam hari kalian bisa bermain sepeda dengan bentuk mobil berlampu.. let you see ..
Mobil Gowes Jogja
Bagus kan??? Untuk dijadikan spot photo juga bagus nih..
Penutup
Nah guys, tadi yang penulis bahas itu 5 obyek wisata di kota pahlawan Yogyakarta..
Bagus – bagus kan guys.. nah disebagian obyek belum saya jelaskan secara spesifik dari sejarahnya dan aktivitas lengkapnya tapi tenang.. nanti akan penulis bahas lebih lanjut…
Ngantos Kepanggih Malih
😊
http://adityo-tourism-agency.blogspot.com/2020/03/keaneka-ragaman-wisata-pulau-dewata.htm