Wartawan PJTSI Menyerukan Tuntutan Kasus Pembunuhan Jurnalis di Huta 7 Pematang Siantar

Busurnews.com, MEDAN MAPOLDASU – Dari beberapa elemen yang tergabung dalam aksi damai solidaritas unjukrasa. Wartawan PJTSI menggelar aksi solidaritas unjukrasa yang bertempat titik kumpul di Bundaran Air Mancur JLN Gatot Subroto Medan. “kasus pembunuhan wartawan media online, Marsal Harahap alias Marsal yang ditemukan meninggal didalam mobilnya sekitar 300 Meter dari kediamannya di Huta 7,Pasar 3 Nagori,Karang Anyer,Kab.Simalungun,Sumatera Utara.Aksi digelar di depan MAPOLDASU tepatnya di Jln.Tanjung Morawa, Kec.Medan Amplas,Rabu (23/06/2021) sekira pukul 10.00 Wib s/d selesai.

Redaksi mendapat Informasi dari wartawan PJTSI yang berada di lokasi membenarkan dalam aksi Unjukrasa tersebut. “Massa yang tergabung dari beberapa Elemen Wartawan yang berada di Mapolda Sumatera Utara ini melakukan aksi solidaritas mengecam tindakan kekerasan terhadap para jurnalis. STOP KEKERASAN JURNALIS

Kami mendesak aparat kepolisian menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus ini. “Meminta aparat penegak hukum menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus ini,” ujar Nelli pimpinan Orasi kepada Wartawan.

Kasus kekerasan terhadap jurnalis, Kata Alung tak hanya kali ini terjadi, bahkan sering terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Padahal, lanjutnya, jurnalis dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya dilindungi Undang-Undang No 40 Tahun 1999.

“Kami PJTSI akan terus mengawal dan mendukung penegak hukum untuk mengusut kasus ini sampai pelaku ditangkap dan dihukum,” pungkasnya.

Pantauan Wartawan PJTSI di lokasi,Aksi damai yang digelar tersebut, menyampaikan sejumlah tuntutan berupa.

1. Mengutuk keras terhadap aksi kekerasan penembakan yang dialami Marasalim Harahap, dimana aksi kekerasan yang menghilangkan nyawa itu merupakan tindakan yang tidak berprikemanusiaan dan melawan hukum.

2. Mendesak Polisi Republik Indonesia khususnya Polda Sumatera Utara untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan membawa pelaku serta yang terlibat ke meja hijau, hukum harus ditegakkan tanpa terkecuali.

3. Meminta Kapolda Sumatera Utara bersikap transparan dalam perkara pembunuhan rekan kami Marasalim Harahap, agar tidak terjadi simpang siur informasi.

4. Mendukung pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku tindak kekerasan terhadap rek kami Marasalim Harahap.

5. Meminta pihak Kepolisian Sumatera Utara khususnya Kapolda Sumatera Utara meningkatkan rasa nyaman dan aman terhadap wartawan PJTSI dalam menjalankan tugasnya wilayah hukum Polda Sumatera Utara.

Setelah menyampaikan aksi Solidaritas Unjukrasa tersebut, puluhan wartawan lalu membubarkan diri dengan tertib. Aksi Unjukrasa Solidaritas tersebut berjalan dengan aman dan tetap mengikuti protokol kesehatan, sesuai dengan himbauan pemerintah. RED/VENUS NEWS