Walikota Medan Bobby Nasution Mencopot Pemkot Camat Medan Maimun

 

JAKARTA (Busurnews) Medan Maimun Walikota Medan Bobby Nasution kembali mencopot pejabat di Lingkungan Pemkot Medan. Bobby memberhentikan sementara Muhammad Yasir Rizka dari jabatan Camat Medan Maimun.

Pencopotan dilakukan Yasir Rizka diduga menyalahgunakan kewenangan melakukan pungutan liar. Hal ini dibenarkan Walikota Medan Bobby Nasution saat ditemui, Senin (5/7).

Redaksi mendapat Informasi dari wartawan RPK RI NEWS yang berada di lokasi tersebut. “Bobby menjelaskan, pencopotan ini dilakukan lantaran Yasir Rizka kini tengah dalam proses pemeriksaan. Menantu Presiden Jokowi mengatakan, pencopotan Yasir hanya bersifat sementara.

Menurutnya hal ini guna memperlancar pemeriksaan Inspektorat kota medan. Namun, saat ditanya terkait alasan pencopotan terhadap camat Medan Maimun, Bobby enggan menjawab lebih jelas. Bobby mengatakan akan memberikan penjelasan setelah hasil pemeriksaan sudah ada.

“Karena memang Inspektorat ada kebutuhan pemeriksaan sesuatu prihal, ini kita berhentikan tugasnya sementara mudah mudahan bisa cepat tugasnya diperiksa Inspektorat, “kata Bobby.

“Bukan hak saya yang untuk jawab soalnya yang memeriksa Inspektorat, “ujarnya Bobby menjelaskan, untuk mengisi kekosongan posisi Camat pihaknya sudah berkoordinasi dengan kementerian dalam negeri (Kemendagri) Tito Karnavian yang akan melakukan lelang jabatan.

Adanya peristiwa tersebut, Walikota Medan pun menghimbau kepada bawahannya ataupun stakeholder Kota Medan agar lebih serius bekerja.

Bobby menegaskan untuk jangan sampai merugikan rakyat apalagi menyesengsarakannya. Sebagai Informasi sebelumnya, Bobby telah mencopot Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi Lubis.

Edwin saat itu dinilai lambat menanganin pandemi covid 19 di Medan. Kemudian menyusul Hermanto selaku Lurah Sidorame Timur kecamatan Medan Perjuangan karena terciduk sementara melakukan pungli.

Boby juga mencopot Kepala Lingkungan 17 Kelurahan Harjosari kecamatan Medan Amplas Eka Septian. Kepling yang disebut sebut telah melakukan pungli terhadap warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan, “katanya.(Red)