Kategori
Artikel

Wahai Tuhan yang mempàunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA —”Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah, segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS Ali Imran: 26).

Syekh Muhammad Ramadhan al–Buthy, saat menjelaskan ayat di atas menyatakan, tujuan dan cara Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam berjuang dan berdakwah bukan melalui kekuasaan atau mencapai jabatan penguasa, melainkan kejujuran, kebenaran, dan kebersahajaan.

Mencermati dinamika kehidupan bangsa Indonesia saat ini, kita perlu mewaspadai potensi perpecahan di kalangan umat Islam, yang akan berakibat melemahnya kekuatan dan ukhuwah.

Polarisasi umat Islam dimulai sejak Pilkada DKI 2017 hingga saat ini, sepertinya kian mengental dengan adanya dua kubu, yaitu pendukung pemerintah dan oposisi.

Keduanya mayoritas Muslim dan sama-sama ingin menegakkan keadilan dan mencintai persatuan.

Muhamad Abduh (1849-1905), reformis Mesir berpendapat, setidaknya ada empat penyebab perpecahan umat.
Pertama, faktor politik (beda partai dan pilihan politik).
Kedua, mazhab, yang tak seharusnya diributkan karena masing-masing memiliki dalil.

Ketiga, ashabiyah, padahal tidak ada kelebihan satu dengan yang lain, kecuali takwanya.
Keempat, bangga dengan pendapatnya serta menolak pendapat orang lain, padahal kebenaran sejati itu milik Allah SWT.

@garsantaraĺqqq