Kategori
opini publik

Visi-Misi Pemerintah Maluku tahun 2014- 2018 Dinilai Gagal

 

Oleh : Sandri Rumanama

 

Busur News Com,Maluku

VISI:
Mantapnya pembangunan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

Misi:
Memantapkan Masyarakat Maluku yang Rukun, Religius, Aman dan DamaiMenjadikan Masyarakat Maluku yang Berkualitas dan SejahteraMewujudkan Pembangunan Provinsi Maluku yang adil dan Demokratis berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

Ambon. Maluku. INFO-AKTIVIS. Tinggal menghitung bulan lagi Prov. Maluku kembali dalam suasana perang politik untuk menentukan siapakah yang terbaik memimpin maluku kedepan, banyaknya para politikus politikus begitu hadir mengisi absen serta mewarnai pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 2018 nanti. Pemain lama seperti herman Koedubun, Abdullah Vanath masih bertahan & menjadi bagian dari pada peserta yang sudah mengisi absen untuk mewarnai pesta demokrasi rakyat maluku, bukan saja mereka berdua Andreas, Anggilina Patiasina, Nona Sampono, Mercy Barends, serta penantang baru yang lagi hits Tagub Soulisa, juga sudah mengisi absen tersebut serta yang lainnya. namun sayaa ini bukan membahas itu, saya ingin memberikan refleksi sebagai respektasi dari perjalanan pemerintah prov. maluku priode ini, Ungkap Rumanama

Namun penuh dengan tanda tanya siapa yang pantas mengggantikan kursi panas orang nomor 1 di Maluku ini, ataukah patahana mampu mempertahankannya..?

Saya mengajak kita semua berfikir realistis, Ir. Said assagaf (Birokran) handal dan senior  ini begitu familiers di mata rakyat maluku. Mulai dari Kasubag. Kabag. Kepala badan. BAPEDDA. SETDA. Wakil Gubernur & akhirnya jadi Gubernur Maluku. namun selama memegang amanah rakyat maluku, sudahkah assagaf berbuat lebih untuk maluku…?

dari visi misi  yang tertera diatas ternyata assagaf belum mampu merealisasikannya, gejolak dengan isu sektoral dan sukuisme masih tetap ada. gerakan separatis masih tetap ada, keadilan itu soal rasa dan tak satu manusiapun yang mampu berbuat adil seadil adilnya, keamanan masih belum sepenuhnya terjamin, kesejahteraan masih jauh dari harapan. kemantapan dari pembangunan baik infrastruktur maupun non infrastruktur sangat jauh dari apa yang di inginkan oleh rakyat maluku, apalagi pembangunan berbasis kepuluan secara berkelanjutan lebih para lagi. soal kerukanan adalah bagian dari integrasi identitas yang sudah mengakar & membudaya di maluku cuman hanya di poles di jaga serta di lestarikan saja tak mampu di wujudnyatakan oleh Assagaf & Sahaburua

Bagi saya tak ada keberhasilan yang wouuw gitu untuk rakyat maluku sebagai buah karya dari Gubernur Maluku priode ini ungkap Sandri Rumanama.

politik will dari pemerintah prov. maluku ke pusat sangatlah lemah. sehingga penyerapan anggaranpun minim, lebih banyak kegiatan kegiatan serimonial tanpa memberikan efektasi  langsung kepada rakyat, mimpi besar gubernur maluku untuk menjadikan maluku sebagai lumbung ikan nasional nihil, membuka keterisolasian hanya pada presentasi 0,5%,  srana transportasi tetap stabil tanpa ada peningkatan drastis baik laut maupun darat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Dari 3 sektor utama pendidikan, Kesehatan’ & Pendapatan tak mengalami peningkatan. Konsep Super maha dewa Ir Said assagaf yakni Gugus Kendali Pulau (GKP) tak teralisasikan secara kongkrit Hanya pada presentasi 18.76%, kesemuan ini adalah bagian dari kegagalan pemerintahan di bawa nahkoda assagaf & Sahaburua. papar Sandri Rumanama

Selanjutnya, Rumanama kembali melanjutkan pada bagian pemberdayaan nelayan serta masyarakat pesisir malah mengalami pemunduran hal ini dapat di lihat dari grafika produksi nelayan di maluku yang menurun sekitar 800 ton pertahun dari tahun 2013 hingga 2016, pada sektor prawisata penyumbang terbesar bukan di Kepulaun Banda namun di P. Osil & Pantai Ora yang mengalami kenaikan dari jumlah pengunjung baik lokal, nasional serta manca negara.
ini berarti gubernur maluku gagal dalam promisi objek objek wisata di maluku  dari banyaknya tempat wisata di maluku yang sukses di promosikan dan masuk dalam kegiatan Pesona Indonesia hanyalah BUPOLLO Kab. Buru, pada sektor perindustrian stabil tidak ada peningkatan prodak industri baru yang dapat di pasarkan pada bursa pasar nasional, masih banyak lagi yang menjadi kekurangan Gub. Maluku.

Namun di 2018 nanti semua di kembalikan pada nurani rakyat maluku, karena demokrasi adalah pilihan hati dari masing masing pribadi dan harus tanpa ada intimidasi. saya hanya berdoa & berharap ungkap Sandri Rumanama aktivis (GmnI) ini.

Jika Gubernur maluku terpilih lagi cobalah berusaha berbuat lebih untuk rakyat maluku, banyak janji janji bapak belum trealisasi cobalah Pak Gubernur selesaikan dulu hutang moral mu ini terhadap rakyat maluku.
“Rakyat Cerdas Berfikir Realistis Bertindak Dengan Etis”

 

(Riena)