Kategori
Kedirgantaraan

Urgensi Penguasaan Kedirgantaraan Sebagai Potensi Nasional

 

 

Busur News Com,Jakarta

Menurut mantan Jendral AURI Yuwono  dan sekarang menjabat sebagai ketum RKIH DKI  ,untuk dunia Keudaraan dan Penerbangan beliau  berpendapat ,bahwa sebagian dari kita kurang menyadari urgensi penguasaan kedirgantaraan sebagai potensi nasional  dan sebagai akibatnya kita melakukan pembiaran terhadap lambatnya pengembangan industri dirgantara,demikian kata pak Yuwono di Jakarta ,Rabu (29/3^2017)

“Ada satu hal yg sudah terjadi sangat mengganggu bagi saya adalah ,kita memperlakukan peluang kedirgantaraan hanya sebagai bisnis jangka pendek (short sighted),”jelasnya.

“Masalah yg dihadapi kalau ada political will untuk membangun kemampyan industri kedirgantaraan nadional akan cukup panjang jalan yg harus ditempuh, dr _priliminery design_ke _full scale design_ dalam rangka _engineering manufacturing_ perlu waktu dan biaya,”kilahnya

Namun kembali lagi ,bahwa peluang kedigantaraan ini adalah bisniss jangka panjang (long sighted)* yang sangat bermanfaat bagi bangsa dan rakyat Indonesia, relakah kita peluang ini diambil oleh pihak asing ????

Jumlah penumpang internasional dan domestik yg terangkut oleh maskapai penerbangan yang terdaftar beroperasi di Indonesia, dari semua Bandar Udara di Indonesia dalam tahun 2014, memang cukup mencengangkan. Jumlah yang dicapai adalah 94,5 juta orang untuk satu tahunnya,

Jumlah tersebut apabila dibandingkan dengan jumlah yang dicapai pada 2013, telah terjadi kenaikan 6 juta penumpang. Jumlah penumpang sebanyak itu diangkut dalam 703,721x penerbangan (flight cycle adalah 1 departure dan 1 arrival). Perkembangan selanjutnya dapat dilihat pada bagan diatas. Sebagai kelanjutannya muncul keharusan untuk pengembangan armada dalam rangka antisipasi pertumbuhan kebutuhan angkutan udara.

Dikaitkan dengan PASAL 6 UU RI No. : 1 Th. 2009, bahwa dalam rangka penyelenggaraan kedaulatan negara atas wilayah udara NKRI, pemerintah melaksanakn wewenang dan tanggung jawab pengaturan ruang udara untuk kepentingan

Penerbangan,
perekonomian nasional,
Hankamneg,
Sosial budaya,
Serta lingkungan udara.,

“Maka pengembangan armada untuk memenuhi kebutuhan terutama domestik, haruslah dilakukan oleh maskapai penerbangan nasional,”pungkasnya.

“Saya merasa fakta tersebut tidak banyak yg mengerti sehingga sepertinya tidak banyak yg berminat utk menggelutinya, atau barangkali. “pihak asing” sudah sukses dlm menggarap kita sehingga  mereka dengan  leluasa dapat merebutnya…… tanpa susah susah ?????.

“Ingat Indonesia sejak 1 Januari 2016 HARUS mengikuti ASEAN SINGLE AVIATION MARKET,” katanya menginagatkan.

Fakta tentang perkembangan peluang bisnis transportasi udara di Indonesia yang sangat menjanjikan dan Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN, dan juga negara kepulauan terbesar di dunia yang sangat memerlukan transportasi udara yang sesuai dengan kondisi kebutuhan, dihadapkan dengan situasi dan kondisi yang terjadi pada saat ini .

“Sepertinya kita harus *MERELAKAN PELUANG YG SANGAT BERGUNA UTK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA, KEPADA PIHAK ASNG,”katanya cemas.

“Peluang yang dimaksud, adalah bisnis angkutan udara (passangers and cargo), pemenuhan kebutuhan pesawat terbang, pemenuhan ke butuhan SDM Mampu (Pilot, FO, ATC, Engineer), dan fasiltas MRO/AMO 145,” tutupnya  ( Riena).