Upaya Meminimalkan Dan Mengatasi Radikalisme Serta Intoleransi sepenuhnya Ada Di Tangan Sekolah

 

 

Oleh: Dr. Dhedi Rochaedi Razak, S.HI, M.Si

 

Busur News Com ,Jakarta –UPAYA meminimalkan dan mengatasi radikalisme serta intoleransi di sekolah-sekolah sepenuhnya berada di tangan sekolah.

Karena itu, kepala sekolah harus aktif mengawasi dan menindak perilaku siswa yang bersifat radikal.

upaya kepala sekolah dalam menindak radikalisme dan intoleransi menjadi faktor kunci agar kasus tersebut tidak terus berkembang.

Selama ini ada pembiaran.
Ketika dibiarkan dan jadi besar, barulah heboh.
Harusnya penindakan dimulai sejak kasus itu masih kecil.

Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa dan 742 bahasa daerah.

*Keberagaman tersebut selama ini justru menjadi kekayaan utama bangsa ini*.

*Dalam melakukan penindakan terhadap intoleransi, pemerintah pusat tidak akan memberikan panduan atau rekomendasi kepada sekolah*. –

Untuk itu, untuk menangkal isu radikalisme dan toleransi, kita harus menyuburkan keberagaman di tingkat sekolah.

Saat ini fenomena politik mampu memecah negara menjadi dua bagian.
Karena itu, sejak masih sekolah, siswa harus dibiasakan berada bersama kaum minoritas dan berbeda dari mereka.
Model yang mengakomodasi keberagaman di sekolah, dapat ditemukan di salah satu sekolah di Medan, Sumatra Utara.

Di sekolah tersebut, siswa lintas agama sering dipertemukan dalam satu wadah dan mereka berinteraksi.

Dari kajian, di sekolah tersebut tidak ditemukan adanya radikalisme dan intoleransi.
Hal tersebut bertujuan agar kaum moderat dapat masuk dan berperan dalam menumbuhkan nilai keberagaman kepada siswa.

 

(.Riena)