Kategori
All

Tuntutan Ultra Petitum Gerakan Ibu Negeri Atas Keputusan Hakim

 

Busur News Com,Jakarta – Sejak awal penyelidikan hingga agenda Pledoi (pembelaan) pada proses pengadilan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok para kaum Ibu yang tergabung dalam Gerakan Ibu Negeri (GIN) yang diketuai oleh Hj. Neno Warisman telah aktif mengawal penegakkan hukum dan mengamati secara langsung bahwa ada norma yang menyimpang dalam proses peradilan dibuktikan dengan tuntutan Jaksa.

Penuntut Umum yang hanya menuntut 1 (satu) tahun penjara dengan masa percobaan 2 (dua) tahun.
Sebagai organisasi massa berbasis kaum Ibu di seluruh Indonesia meminta dengan hormat kepada Hakim untuk menjatuhkan vonis seberat-beratnya melampaui tuntutan (Ultra Petitum) Jaksa Penuntut Umum yaitu 5 (lima) tahun penjara bagi Ahok dan menyampaikan pesan moral dan keadilan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Jika semua orang yang ingin menyampaikan adanya kejahatan melalui media sosial dijadikan tersangka, maka masyarakat akan apatis terhadap penegakan hukum dan membiarkan kriminalitas merajalela, karena masyarakat merasa takut dijadikan tersangka sebagaimana yang dialami Buni Yani.

Gerakan Ibu Negeri memperjuangkan tuntutan hati nurani bangsa karena sejatinya perbuatan Ahok telah mengganggu ketertiban umum di tengah masyarakat dan Buni Yani dituntut atas perbuatan yang tidak masuk akal karena posting di media sosial.

Padahal perbuatan Buni Yani adalah suatu kewajiban untuk dilakukan oleh setiap orang jika melihat adanya kejahatan tetapi mengapa orang yang mempublikasikan kebenaran justru dijadikan tersangka?

Karena agama merupakan unsur yang penting bagi pendidikan rokhaniah maka Mahkamah Agung dianggap perlu menginstruksikan agar barang siapa melakukan tindak pidana yang bersifat penghinaan terhadap Agama diberi hukuman yang berat.

Jika hal tersebut tidak dipertimbangkan dan dijadikan dasar pertimbangan pengambilan keputusan oleh Majlis Hakim maka akan berdampak negatif bagi rasa aman masyarakat karena masyarakat akan selalu merasakan keresahan yang luar biasa jika seorang penjahat berkeliaran bebas tanpa diberi hukuman yang berefek jera.(Iksan).