Kategori
hukum

*Tokoh Masyarakat Resah Minta Bangunan Tanpa IMB Harus Dibongkar*

 

Bangunan di jalur hijau tnp IMB berdiri di jl Letjen suprpato no.19a RT 19 RW 07 Kel sumurbatu kec Kemayoran milik M Ibrahim

 

_Adalah sesuai dengan aturan hukum bila ada bangunan harus dibongkar._

Busurnews.com , Jakarta- Meski wilayah Jakarta Pusat menjadi cluster penularan pandemi covid19 Corona namun pelanggaran tetap berlanjut. Lucunya petugas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) tingkat kecamatan maupun tingkat Suku Dinas (Sudin) CKTRP Jakarta Pusat terkesan menutupi maraknya pembangunan ini sebagai yang terlihat Rabu (16/12) siang.

Adalah Ricky (56) salah seorang warga Harapan Mulia, Kemayoran yang mengkritik Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) kinerja pengawasan pembangunan di tingkat CKTRP Kecamatan Kemayoran hanya wara-wiri di lokasi pembangunan bermasalah.

“Banyak pembangunan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bisa selesai dibangun karena ada kongkalikong antara pemilik dengan pengawasan bangunan dilapangan,” Ricky pada Sabtu (12/12) sore sebelumnya.
Ia menyebutkan bahwa ada bangunan di sekitar Jalan Tembaga II dan Jalan Harapan Mulia I, Kelurahan Harapan Mulia, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Sudah bukan menjadi rahasia lagi, dari dulu kinerja petugas CKTRP seperti itu, pokoknya buka ada pasir depan rumah pasti mereka bolak-balik,” tandasnya.

Sepertinya sudah ada pembangunan dua unit rumah tinggal 2 lantai tanpa IMB terletak di Jalan Cempaka Wangi, Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Terkait dengan maraknya pembangunan tanpa IMB di wilayah Kecamatan Kemayoran, Kepala Sektor (Kasektor) CKTRP Kecamatan Kemayoran, Reza berkali-kali dihubungi untuk konfirmasi tidak menjawab melalui ponsel.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Pusat, Bernard Tambunan pernah menerangkan, bahwa Sudin CKTRP Jakarta Pusat tahun 2020 ini hanya mendorong 52 usulan bangunan melanggar ke Satpol PP Jakarta Pusat untuk dieksekusi penindakan pembongkaran.

Sejauh ini terlihat ada yang membangun di jalur hijau di Jl Letjen Suprpato No.19 RT.019 RW.08, Sumurbatu, Kemayoran Jakarta Pusat pemilik bapak Moh Ibrahim. Padahal lokasi di Jalan Letjen Suprapto nomor 19 RT 019 RW 07, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat diperuntukan jalur hijau milik Moh Ibrahim.

Saat ini sudah berdiri bangunan tanpa ada IMB dan saat ini petugas dari Kelurahan dan Kecamatan bermain dengan pemilik bangunan yang sama. Jadi meski bangunan tersebut tdk melikiki legalitas resmi dan masih dalam sengketa.

Terhitung ada 52 usulan dari bulan Januari hingga bulan Desember 2020. Baik itu, pembangunan non rumah tinggal dan rumah tinggal. Tupoksi Satpol PP Jakarta Pusat hanya sebagai menerima usulan Rekomtek bangunan dari Sudin CKTRP Jakarta Pusat.

Tokoh Masyarakat Jakarta Pusat lainnya, Budiman mengingatkan pak Gubermur Anies untuk mengganti seluruh jajaran petugas CKTRP karena seringkali main mata dengan pemilik bangunan.

“Terlalu banyak pembangunan melanggar dan tidak ada izin di wilayah ini. Pemilik bangunan nakal kongkalikong dengan oknum petugasnya. Jadi memang harus dibongkar agar ketahuan oknum petugas yang menjadi beking bangunan tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, juga Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi sempat menyoroti soal pembangunan di wilayah Jakarta Pusat dan berkali-kali mengingatkan, agar petugas Sudin CKTRP Jakarta Pusat bertindak tegas dengan memperketat pemantauan, pengawasan dan jangan masuk angin. “Jika masih ditemukan, saya akan minta segel dan bongkar bangunan yang melanggar itu,” tandasnya.(***)