Kategori
koperaso dan UMKM

Telling Story’ Bagian Penting Bagi UKM Membangun Brand

 

 

Busurmews.com,  Jakarta – Setiap brand pasti punya kisah yang menarik untuk bisa diceritakan. Cerita tersebut akan menjadi bagian dari identitas, meningkatkan kredibilitas, membantu konsumen lebih paham dan lebih dekat dengan brand. Dengan membangun cerita yang menarik pada sebuah brand berarti telah membangun positioning atau diferensiasi dari produk lain yang sejenis.

Hal tersebut disampaikan oleh Putri Mahardhikarini dari Kinanti Strategic Communication pada serial webinar lanjutan yang diselenggarakan oleh Indonesia Small Medium Enterprises Association (ISMEA) dengan tajuk “Menyusun Pesan Utama dan Cerita” pada hari Rabu (01/07/2020). Di Jakarta.

Acara webinar ini merupakan bagian dari workshop Daring ISMEA Batch 1 yang diselenggarakan oleh Kinanti Strategic Communication dengan Rizanto Binol sebagai perancangnya. Di masa pandemik ini UKM harus bisa keluar dari krisis dengan merubah mindset jualan ke brand.
Rizanto Binol menginginkan lagi agar UKM lebih fokus memperkuat brand, walaupun mungkin akan terjadi perlambatan penjualan di awal. Strategi pemasaran sangat ditentukan oleh strategi komunikasi.

Pada webinar tersebut diberi kiat-kiat dalam membuat sebuah cerita, setidaknya ada 8 hal yang harus diperhatikan ketika akan membuat cerita pada sebuah produk yaitu jujur/otentik, kredibel, relevan, tulus dan empatik, terlibat dan memberi dampak, sederhana, konsisten, dan kreatif serta kolaboratif. Jika hal tersebut diramu dengan baik, bukan mustahil cerita yang kita buat akan cepat menarik perhatian dan akhirnya akan mempengaruhi keputusan calon konsumen (potential customers) untuk membeli atau tidak.
Baru-baru ini Inventure Knowledge merilis 100 predictions the new normal life after COVID-19, salah satu diantara seratus tersebuh adalah shop local, artinya hal tersebut menjadi angin segar bagi pelaku UKM, karena diprediksi kecenderungan orang di era new normal akan lebih memilih mengkonsumsi produk esensial dari brand lokal. Hal tersebut dikarenakan brand lokal lebih dekat, lebih “terlihat” sumber bahan baku dan prosesnya, juga terkait rasa empati saat pandemi COVID-19 yang memporak-porandakan ekonomi nasional.

Sebagai penutup Putri menjelaskan bahwa sebuah content akan membekas di ingatan audience bila cerita di dalamnya memiliki spirit dan keunikan tertentu. Misalnya kisah jatuh bangun atau heroik pendiri sebuah perusahaan, dampak sosial yang dihasilkan (social impact) atau permasalahan yang coba diselesaikan dengan adanya produk tersebut. Salah satu contohnya adalah dalam suatu brand seperti “Alibaba”, selain produk yang dimiliki oleh perusahaan, tentu juga memiliki seorang pendiri usaha tersebut yaitu Jack Ma. Sebagian besar audience menyukai cerita yang diawali kesusahan, perjuangan penuh kerja keras, dan diakhiri oleh keberhasilan.

Masyarakat Indonesia yang terkenal ramah, peduli, butuh dan suka terhadap cerita merupakan sebuah peluang emas jika UKM dapat mengemas produknya dengan storytelling sehingga dapat mendeliver valuenya kepada konsumen.

Endang Rudiatin Ketua umum ISMEA secara terpisah mengatakan, workshop ini telah merubah mindset peserta untuk keluar dari tradisi yang selama ini dilakukan UKM yaitu fokus berjualan dan mengejar omset. Yang paling menarik menurutnya UKM juga belajar trik-trik bagaimana membangun brand di dalam sebuah komunitas.

Bagaimana dengan brand UKM Anda? apakah ada cerita dan hal menarik didalamnya?
*aha.(End)