Kategori
hukum

*Tak Ada Kata Damai Atas Penganiayaan BELLA ANGGRAINI Oleh 4 Gadis Seksi Di Marelan Berujung Hotel Prodeo*

 

Busurnews.com, Medan Belawan – Dukungan untuk Bella Anggraini (Korban) terus mengalir menjadi korban penganiayaan oleh 4 gadis seksi. ‘Bella Anggraini pipi dan kaki memar Visum di rumah sakit Lantamal, belawan.

Kondisi itu yang mendorong dari rekan rekan temen menggalang dana pada Senin(21/12/2020). Untuk membuat laporan ke Mapolres Belawan pukul 14.30 wib siang.

Berdasarkan data yang Bella Anggraini merupakan bentuk sosok orang yang ramah dan sopan yang untuk mencari kerja tulang punggung nenek korban simpati temen temen kerja untuk Bella Anggraini serta kemarahan kepada para pelaku yang berjumlah 4 orang.

Petisi daring itu pada intinya meminta aparat Kepolisian Mapolres belawan agar mengusut tuntas pelaku penganiayaan dan pengeroyokan dan segera diadili. Sehingga Bella Anggraini segera mendapatkan keadilan dan menjadi pelajaran agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

Kasus penganiayaan Bella Anggraini dipicu masalah di bakar api cemburu antara korban dengan pelaku di lokasi tempat mesin tembak ikan. Peristiwa terjadi pada 19 Desember 2020, sekitar pukul 11.30. Korban ditelepon oleh salah satu pelaku bernama Putri di rumah nenek korban. Tanpa menaruh rasa curiga, korban menuruti Putri untuk dibawa ke suatu tempat.

Setibanya di Jalan Ileng kel Labuhan Deli Kec Medan Merelan, tiba-tiba korban didatangi pelaku-pelaku lainnya yang totalnya berjumlah 4 orang. Korban lalu dikeroyok dan dianiaya oleh tiga pelaku berinsial Ubit Pr,Ramla Pr,Kiki Pr dan Azra Pr dengan cara merampas HP lalu di tampar dan ditumbuk kepala dan perut korban ditendang dengan kata kata makian secara bergantian.

Dalam kondisi korban yang lemah, salah seorang pelaku berinisial Ramla menjambak rambut korban hingga rontok

“Akibatnya, korban mengalami pening,pipi memar dan berobat di salah satu rumah sakit di Kota belawan,” kata Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) belawan, Asiani nenek korban saat jumpa pers RPK RI NEWS, Senin (21/12/2020).

Parahnya lagi, dari 4 pelaku, ada beberapa orang lainnya hanya menonton kejadian tersebut dan tidak ada inisiatif untuk melerai.

Berdasarkan informasi yang diterima PPAI belawan, kasus penganiayaan ini buntut dari kasus asmara dari suami tersangka. Menurut neneknya , korban Bella Anggraini sebenarnya di jebak sama Putri uda jadi target utamanya.

“Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info, Ubit tersangka merupakan mantan istri Juned dari pelaku penganiayaan ini,” ujar neneknya korban.

Karena sering berinteraksi atau sering ditumpangi korban, pelaku ditenggarai kesal dengan komentar-komentar korban, sehingga peristiwa ini terjadi. PPAI belawan menyayangkan baik korban maupun nenek korban tidak berani melaporkan kasus ini ke orangtuanya korban.

Dari pengakuan korban, Ia merasa terintimidasi karena diancam pelaku mau diculik dibunuh bila melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Pelaku mengancam akan berbuat lebih kejam lagi bila korban melapor. Tapi nenek korban segera melaporkan ke Mapolres belawan SPKT peristiwa itu.

Saat hari ini korban dan neneknya di damping ALUNGi KETUM LSM DPP RPK RI dan anggota TNI LANTAMAL1 Pak DERI membawa dua saksi yang bernama Suheri umur 42 tahun dan Hendrik umur 36 tahun ke Mapolres Belawan bagian penyidik PPA Sat Reskrim IPTU SITTI.T.H.HALAWA S.H dan pembantu penyidik BRIPDA DHONY YUDIANTO untuk memberi keterangan penganiayaan dan pengeroyokan pelaku. Sabtu 9 Januari 2021 pukul 9.30 wib pagi.

“Padahal, Bella Anggraini tetapi tidak menceritakan kasus ini kepada orangtuanya yang berada di malaysia kerja. Tapi malah bercerita kepada neneknya. Dan neneknya lagi yang melaporkan kasus ini kepada orangtuanya yang berada di malaysia kerja, hingga terbongkar kasus ini,” terang nenek korban.

Efek Jera
Kapolres KP3 Belawan AKBP Pol M.R.DAYAN menegaskan proses hukum empat pelaku penganiayaan terhadap Bella Anggraini. Namun, mengingat empat pelaku gadis remaja ibu rumah tangga, sehingga ada aturan khusus yang mengatur tentang pidana kriminal.

Pembantu penyidik BRIPDA DHONY YUDIANTO menyebut para pelaku akan dijerat sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

“Ini yang akan jadi koridor kami. Jadi prosesnya pasti kita hukum.RED/MPH RI NEWS