Kategori
hukum

*SUTA WIDHYA: Jusuf Kalla Menilai Habib Rizieq Sebagai Sosok Taat Hukum*

 

Busurnews.com,  Jakarta -Sekjen Gerakan Advokat dan Aktivis (GAAS) Suta Widhya SH sepakat dengan penilaian mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengungkap Habib Rizieq Shihab adalah orang yang taat hukum selama kasus hukum yang menimpanya tidak dicari-cari.

Suta pun sepakat apa yang disampaikan Kalla terkait Habib Rizieq yang saat ini yang diminta datang oleh Polri sebagai saksi atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat, 14 November 2020 disebut berlebihan.

Ia melihat tidak ada perlakuan yang sama atas institusi yang bertanggung jawab dalam menjaga Kamtibmas antara HRS dan calon Walikota Solo. Sangat berbeda dengan kerumunan Gibran putra Jokowi saat pendaftaran Pilkada, kerumunan Olly Dondokambey kader PDIP di Sulawesi Utara dan banyak kerumunan lainnya yang aman-aman saja.

Mengapa kerumunan yang melibatkan Habib Rizieq jadi berbuntut panjang? Bahkan langsung dipanggil Polisi.
Menurut Kalla, Habib Rizieq sosok yang taat hukum karena menerima putusan pengadilan yang membuatnya mendekam di penjara pada 2008, akibat bentrok terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada peristiwa Insiden Monas, Jakarta.

Padahal saat itu Habib Rizieq tidak berada di lokasi bentrokan.
“Saya perintahkan Kapolri agar ditangkap walaupun di sana tidak ada Habib Rizieq, tapi saya yakin tentu sepengetahuan dia. Saya minta Habib Rizieq diminta pertanggungjawaban, diperiksa kepolisian. Dan kemudian masuk pengadilan penjara setahun,” ujar Kalla dalam wawancara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi Berita Satu Claudius Boekan di kanal YouTube Berita Satu, Jumat (4/12/2020).

“Habib Rizieq terima dan tidak ada ribut-ribut. Jadi sebenarnya Habib Rizieq Shihab itu seorang yang taat hukum. Dua kali masuk penjara dia, dan diterimanya dengan baik, asal lewat pengadilan,” kata Kalla.

Habib Rizieq sendiri mengakui saat itu ia menerima hal itu sebagai masa uzlah (cobaan) bahkan selama berada di dalam tahanan ia mengislamkan beberapa tahanan non Muslim.

“Sebenarnya, kali ini pun JK meyakini Habib Rizieq akan mengikuti proses hukum yang berlaku kepadanya selama kasusnya tidak dibuat-buat.” Yakin Suta.

Menurut Suta lebih lanjut, pada 2008 Habib Rizieq menerima putusan pengadilan tanpa adanya keributan dari massa FPI karena kasusnya memang terbukti dan harus bertanggung jawab atas penyerangan.

Suta pun sependapat dengan Kalla yang menuturkan bahwa tidak masalah bila Habib Rizieq dan FPI ingin berdakwah dengan mengusung *Revolusi Akhlak* karena sudah menjadi kewajiban setiap agama untuk mengingatkan umatnya melalui dakwah.

“Tinggal caranya pendekatan komunikasi yang baik niscaya HRS akan terima. Bisa jadi kali ini kesalahan melanggar protokol kesehatan dinilai seakan dicari-cari. Sebagai orang yang taat hukum, niscaya HRS akan hadapi.” Lanjut Suta.

Apakah kekuasaan kali ini merasa tersaingi dengan gerakan Revolusi Akhlak yang dikampanyekan? Apalagi HRS pun dengan tegas bertekad untuk memberi pandangan terhadap UU Omnibus Law. Wallahu alam.((***).