Kategori
hukum

Suta Widhya : Ada Anggota Dewan Sombong Lupa Konstituennya

 

Busurnews.com, Jakarta –          “Baru kali ini kami temui orang sombong yang lupa pada konstituennya,” Jelas Suta Widhya SH .Dia adalah seorang RJ.K S.AB yang ditemui saat acara Pelantikan DPP SOKSI periode 2020-2025 pada Kamis (3/12) malam di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Maksud hati ingin menyampaikan kondisi perwakilan suku Sebyar dari Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat yang sudah terkatung-katung di Jakarta sejak September 2020 dalam rangka menuntut hak atas tanah ulayat yang belum dibayar oleh PT. BP yang mengeksplorasi 6 lubang sumur gas bumi.

“Saya nggak ada urusan dengan mereka. Kalian saja yang bantu mereka,” kata RJK dengan ketus.

Anggota DPR dari Partai Golkar memang tidak terlihat seperti seorang Papua Barat. Ia seperti orang asing yang tidak ingat atas suara yang diperolehnya dari ribuan orang dari suku Sebyar dari Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Padahal yang ingin kami sampaikan adalah nasib para ketua Adat dan Kepala Suku yang sedang ditangani oleh Tim Kuasa Hukum yang bekerja siang dan malam untuk mencari penyelesaian atas kompensasi tanah mereka yang dieksplorasi pihak swasta asing.

Dalam aduannya, pak perwakilan Masyarakat Adat 7 (tujuh) Marga Suku Sebyar menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni telah melunasi dana kompensasi sebesar Rp. 8,1 miliar, pemerintah provinsi telah melunasi dana kompensasi Rp. 13, 5 miliar. Sedangkan yang menjadi kewajiban pemerintah pusat sebesar Rp. 32,4 miliar hingga hari belum dilunasi.

“Kami kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh anggota dewan tadi. Rasanya jika kami sampaikan ke perwakilan suku Sebyar pasti mereka enggan memilih kembali sosok tersebut.” Kata Suta Widhya SH, salah seorang anggota Kuasa Hukum dari Andita’s Law Firm.

“Kasih tahu pak Robert, bahwa Oom Kepala Suku Sebyar Oomnya Ayour Kosepa anggota DPR Golkar Teluk Bintuni.
Kasih tahu pak Robert kardinal bahwa Distrik Tomu menyumbang suara buat pak Robert 1800 suara murni dari 1 Distrik Tomu,” Kata Arif Wahid, jubir rombongan suku Sebyar.

” Komunikasikan dan bilang mereka dalam kesusahan di Jakarta. Juga bilang mereka mau pulang ke Papua tidak ada uang tiket pesawat dan uang untuk hotel butuh dibantu,” lanjut Arif.

“Biarlah pak pengacara yang sampaikan ke mereka keadaan kami di sini. Kasih tahu saja bahwa anda adalah dari pengacara masyarakat Suku Sebyar 7 Marga Distrik Tomu pemilik tanah hak Ulayat sumur minyak gas di wilayah Distrik Tomu pulau Sebyar. Yang dikelola Perusahaan LNG Tangguh di Pulau Sebyar
di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.” Ujar Arif Wahid, juru bicara perwakilan dari Suku Sebyar menutup pembicaraan via sambungan telepon dengan Suta.(***).