Kategori
hukum

*Suta: Ukuran Quantitas Viral Itu Tidak Disebut Muanas Alaidid*

 

Busurnews.com, Jakarta – Dalam persidangan Kamis(15/10) di PN Jakarta Selatan Ketua Umum Cyber Indonesia Muanas Alaidid mengaku telah membuat 20 puluhan laporan polisi mengenai hoax ternyata tidak dapat menyebutkan berapa jumlah kriteria viral kecuali hanya menyatakan “ramai”.

“Dengan tidak adanya kepastian ukuran viral dan apalagi dinyatakannya bukan Ruslan yang memberitakan atau menyebarkan berita hoax, maka Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH sebagai Penasihat Hukum Ruslan Buton memilih menggunduli rambut sebagai wujud Saksi yang mengakui banyak buat laporan polisi tentang Cyber tidak dapat membuktikan viralnya.” Ungkap pengamat Kepolisian Suta Widhya SH.

Adanya manipulasi barang bukti sudah terungkap dalam persidangan sehingga Pelapor dan Saksi sudah kena ranjau Pasal 35 UU ITE: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokurnen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.

Aneh dinyatakan www.youtube.com/…. sebagai bukti. Padahal nyatanya yang diserahkan Cyber Indonesia adalah _download_ suara saja sehingga tidak ada relevansinya simple youtube adalah video.mp4 sementara bukti audio.mp3 yang belum dapat dibuka dalam persidangan sekalipun.

Dengan mudahnya screenshoot www.youtube.com/… dirubah bentuknya. Entah oleh Cyber Indonesia atau oknum Penyidik serta tidak disita menjadi bukti dalam persidangan tetapi dicantumkan dalam seluruh BAP. Sehingga sempurnalah menuduh kejahatan dengan kejahatan.

Transkrip audio mp3 yang dibuat Cyber Indonesi yang mengaku download dari youtube tidak sama isinya dengan isi media online www.indeks.co.id/…
adalah surat terbuka.

Penasihat Hukum juga telah menelanjangi Ketua Umum Cyber Indonesia Muans Alaidid yang menyerahkan bukti _googling_ surat terbuka dengan memasukkan berita tahun 2019 atau 2020 yang terjadi sebelum media online indeks.co.id menerbitkan tanggal 18 Mei 2020.

Adakah ini bentuk Kriminalisaai Ruslan Buton atau Penasihat Hukum yang jeli dalam menjalankan Profesi Advokat yang dikomandoi ANDITA’S LAW FIRM dari Konggres Advokat Indonesia (KAI Indra Sahnun Lubis)? Mari kita ikuti bersama persidangan berikut Kamis (22/10) Pukul 10 pagi.(***).