Kategori
hukum

Suta: Kesaksian Fifi Versus Kesaksian Iwan

 

 

Busurmews.com, Jakarta –Salah seorang anggota kuasa hukum Suta Widhya SH menilai, kesaksian Fifi membongkar tabir kepemilikan senjata api Revolver kaliber 38 yang ternyata sejak Desember 2017 sudah digadaikan oleh Helmi Kurniawan alias Iwan yang bersaksi pada Jumat (15/5) pagi.

Artinya, keterangan saksi Asmaizulfi alias Fifi di persidangan kasus kepemilikan senjata api ilegal oleh Mayjen TNI Purn Kivlan Zen didengar kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (20/5) siang menguntungkan terdakwa Kivlan Zen dan merugikan Iwan nanti bila terbukti banyak membuat keterangan palsu di persidangan.

Suta menilai kesaksian Fifi membongkar tabir kepemilikan senjata api Revolver kaliber 38 yang ternyata sejak Desember 2017 sudah digadaikan oleh Helmi Kurniawan alias Iwan yang bersaksi pada Jumat (15/5) pagi.

“Padahal dalam dakwaan JPU (No. Ref. Perk:PDM-622/JKT.PST /08/2019) tertulis saksi menawarkan Senjata Api laras pendek jenis Taurus, di Kantor Cawang Kencana Lantai 9, dan pada 13 Oktober 2018 sekira pukul 12 siang saksi Fifi menemui Iwan di Curug Pekansari, Cibinong, Jawa Barat menyerahkan Revolver kaliber 38mm dengan Pembayaran tunai, ” Kata Suta usai persidangan.

Selain hal di atas ternyata Gedung Cawang Kencana hanya setinggi 7 lantai bukan 9 lantai seperti tertulis dalam dakwaan JPU kepada Kivlan.

“Dan pengakuan Fifi senjata hanya jadi _borg_ untuk keperluan operasional dirinya di kantor, karena saat itu ia perlu _penjagaan_ saat terjadi perselisihan dengan Kemensos RI.” Tambah Suta.

Bila mengacu pada kesaksian Fifi dalam keterangan, betapa banyak keterangan saksi mahkota Iwan yang tidak akurat, bahkan cenderung memberikan keterangan meragukan dan atau palsu.

“Misalnya Iwan mengaku (Jumat, 15/5) ia diundang oleh Fifi via telpon untuk acara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018. Padahal saat ditanya oleh Advokat Tonin, Fifi mengaku Iwan tidak perlu diundang, karena toh sudah pasti tahu acara 2 Oktober untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018 sehingga Iwan dkk bisa datang bergabung di acara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur.” Tegas Suta menutup keterangannya.(***)