Kategori
All

SUSI, MEDIA & INTELIJEN

 

 

Oleh : Zeng Wei Jian

“Pak Jokowi Yes, Bu Susi No,” kata Nelayan Agus Mulyono dari Lamongan. Menteri Susi Pujiastuti dipermalukan di depan presiden (Tribun-Medan 2019).

Cover Majalah Femina: Susi Pujiastuti Ratu Lobster Asia 2014. Sekarang pensiunan menteri. Non Job. Nge-blank. Nyinyir di atas platform twitter. Kezal kepada Presiden Jokowi & LBP. Yang kena imbas Menteri KKP Eddy Prabowo.

Ledakan kapal. Unfaedah. Biaya seremonialnya 1 milyar per 1 ledakan. Tanya duit siapa. Bendera negara sahabat ikut karam. Kementerian ngga punya hak eksekusi. Mestinya keputusan pengadilan. Tapi kosmetik politik Susi Pujiastuti lebi penting.

Berlindung di balik citra sebagai orangnya Ibu Megawati. Padahal Teten Masduki yang endorse.

Telik sandi Presiden Jokowi ada di mana-mana. Laporannya; Nelayan resah. Anak petani baby-lobster putus kuliah. Cantrang user ditangkepin. Smuggling lancar.

Kabinet Jokowi Jilid II, Susi Pujiastuti is out of the game. Ga pula dipercaya jadi komisaris. Unusabled indeed.

Susi, Media, Intel swasta, Buzzer receh berkolaborasi dalam satu orkestrasi acak. Eddy Prabowo & Gerindra dihantam. Half truth dirilis. Ada nama Fahri Hamzah, Hashim Joyohadikusumo & orang yang terafiliasi dengan Gerindra masuk bisnis lobster.

Padahal selain nama itu, ada banyak nama. Menteri Eddy Prabowo ngga menerapkan sistem kuota. Ngga ada monopoli. Semua pebisnis yang memenuhi syarat bisa main.

Lobster bisnis pahit. High risk. Sulit. Kering. Jangan coba-coba bila ngga punya experience & networking. Nilainya 600 milyar per tahun. Kecil sekali. Ranking 15 BKIPM. Jauh di bawah Udang Vaname, Tuna, Kepiting dan Kerapu.

Thanks to Fahri Hamzah, Hashim Joyohadikusumo dan nama-nama lain yang ngga disebut Majalah Tempo. Mereka ambil resiko mau coba mengembangkan bisnis lobsters.

Framing Gerindra merampok bisnis lobster punya motif hasut & adu-domba. Si kreator berharap partai koalisi terbakar emosinya dan rame-rame keroyok Gerindra.

Syahdan boro-boro trigger api amarah. Partai-partai koalisi nyantai. Cemburu pun tidak. Adem. Semua ngerti. Republik Gotong Royong. Kerjasama. Menteri KKP Eddy Prabowo tidak reaktif. Cool aja. Tiras majalah ngga jadi meroket. Sindikat hitam gigit jari.

Malah beredar daftar nama-nama pimred dengan kolom nominal duit. Foto pelesiran di luar negeri. Senyum lebar. Tawa senang. Makmur. Katanya itu di zaman Susi Pujiastuti berkuasa.

Pola maintaining Susi Pujiastuti adalah pegang pimred. By pass. Lebih efisien daripada pasang iklan. Cerdas. Kepalanya dipegang & dimakmurkan. Suntik red wine. Biar mabuk. Simple. Karena enak lama-lama friendship terjahit.

Mungkin itu mekanisme di balik usaha menghantam Eddy Prabowo & Gerindra sebagai first step menggoyang Pemerintahan Jokowi-Amin.

THE END

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=272771464031835&id=100038969493664