Kategori
Nasional

Sukmawati : Gereja Katholik Di Indonesia Kurang Mengelaborasi Makna Penghargaan Yang Diterima Soekarno

Busur News Com, Jakarta – Sukmawati Soekarnoputri, putri Presiden RI Soekrno mengkritik Gereja Katolik di Indonesia yang kurang mengelaborasi makna penghargaan yang diterima Presiden Soekarno dari tiga pemimpin gereja Katolik di Vatikan.

Menurutnya, tiga penghargaan dari tiga pemimpin tertinggi gereja Katolik dari Vatikan itu perlu dielaborasi, dimaknai, dan bahkan diberitakan secara meluas.

Menurut Sukmawati, hal ini sangat perlu di tengah situasi Indonesia yang semakin tergerus kebhinekaannya.

“Seharusnya secara internal, gereja katolik perlu mendiskusikan hal itu lalu diberitakan secara meluas baik secara internal maupun eksternal, biar orang tahu bahwa Soekarno itu tiga kali menerima tanda kehormatan tertinggi Paus,” ucap Sukmawati. Ditulis Times Indonesia  (25/04/2017)

Menurut Sukmawati, tidak ada presiden lain di dunia ini yang bisa menerima tiga kali penghargaan dari pemimpin tertinggi gereja katolik dari Vatikan.

“Ini harus dijelaskan. Bahwa tiga orang Paus itu memberikan penghargaan kepada Soekarno bukan tanpa alasan. Soekarno itu beragama Islam, menjadi presiden di negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam terbesar di dunia. Tetapi Soekarno ternyata sangat nasionalis di tengah mayoritas muslim. Inilah arti sebenarnya. Inilah Indonesia. Makanya harus disebarluaskan,” tegasnya.

Sebagai pemimpin tertinggi gereja katolik yang berkedudukan di Vatikan, tentu saja para paus ini memiliki kriteria tersendiri ketika hendak memberikan penghargaan bintang kehormatan tertinggi kepada Soekarno. Ini harus menjadi perhatian dari gereja bahwa hubungan Soekarno dengan gereja Katolik memang luar biasa. Soekarno telah merangkul semua elemen bangsa tanpa kecuali.

Dari pemimpin tertinggi gereja katolik, Soekarno mengoleksi tiga medali yang tak terkira nilainya dalam tiga kali kunjungannya ke Vatikan. Dalam tiga kali kunjungan tersebut, Soekarno bertemu dengan tiga Paus berbeda dan ketiga Paus tersebut memberikan medali kehormatan tertinggi kepada Soekarno.

Pertama, pada tanggal 13 Juni 1956, Soekarno menerima medali pertama dari Paus Pius XII. Medali kedua diterimanya pada 14 Mei 1959 dari Paus Yohanes XXIII. Dan ketiga, pada tangga 12 Oktober 1964, Soekarno disematkan medali ketiganya oleh Paus Paulus VI.

Pada kunjungannya yang ketiga kali, Soekarno bahkan dibuatkan perangko khusus oleh Vatikan dan dihadiahi cendera mata berupa lukisan mosaik Castel San Angelo Vatican.

Menurut Sukmawati, hingga saat ini, Soekarno satu-satunya Presiden muslim dari negara dengan mayoritas umat Islam terbesar dunia yang punya reputasi luar biasa di mata gereja katolik.

Soekarno sebagai pemimpin Indonesia yang mayoritas penduduknya menganut Islam, tetap menghormati dan menerima warganya sendiri yang beragama lain.

Sukmawati bercerita terkait penghargaan tersebut, Soekarno pernah berujar, “Aku orang Islam hingga sekarang telah memperoleh tiga buah medali yang tertinggi dari Vatikan.”.

“Kalimat ini dikutip oleh Cindy Adams dalam Untold Story, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia,” kata Sukmawati.(Od,Rn)