Categories
All

Suara Masyarakat Sipil atau Publik Dalam Demokrasi di Indonesia Dianggap Semakin Lemah.

Oleh : Dr.Dhedi Razak, M.Si

Busurnews.com, JAKARTA –:

Suara masyarakat sipil atau publik dalam demokrasi di Indonesia saat ini dianggap semakin lemah.
Khususnya di DPR yang didominasi oleh partai pemerintah.

“Suara civil society kalau boleh saya sebut di DPR itu suaranya suara negara semua,”

Di parlemen, suara keras oposisi sudah hampir hilang.
Fungsi check and balance semakin memudar di parlemen pascakemenangan partai-partai pendukung Jokowi dalam Pemilu 2019.

“Tidak ada suara yang keras menyampaikan kritik.
Ini seperti kembali 20 tahun lalu,”.

Anggota dewan di parlemen saat ini cenderung merepresentasikan suara Jokowi dan pemerintahannya.

“Suara parlemen untuk check and balance hampir mustahil karena semua yang di sana berebut kekuasaan, tidak memahami sistem.
Dengan kosongnya check and balance, demokrasi menjadi cacat,”.

Demokrasi di Indonesia memang semakin memudar.
Tidak hanya bersumber dari pemerintah, tetapi juga masyarakat.

Masyarakat Indonesia cenderung setengah hati dalam menjaga demokrasi.

“Publik selama ini juga setengah hati dalam mendukung demokrasi bukan hanya elite yang oligarki,”.

Hal itu salah satunya terlihat dari berbagai kejadian yang terus terjadi belakangan ini di berbagai daerah.

Mulai dari penolakan terhadap kepala daerah yang berbeda agama, hingga pembubaran kegiatan agama lain.

@drr