Kategori
Artikel

  Sifat-Sifat Rasulullah SAW dalam Taurat Persis Kata Alquran

 

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA –  Sifat-Sifat Rasulullah SAW dalam Taurat Persis Kata Alquran
Rasulullah SAW digambarkan Taurat sebagaimana penggambaran Alquran.

Kitab Taurat selain memberikan informasi tentang akan kemunculan Rasulullah SAW sebagai nabi akhir zaman yang akan menyempurnakan syariat yang dibawa nabi-nabi sebelumya, ternyata kitab Taurat juga menyimpan segudang informasi tentang sifat-sifat Rasulullah SAW.

Muhammad Fethullah Gulen dalam bukunya An-Nur Al-Khalid Muhammad yang diterjemahkan Fuad Saifuddin berjudul Cahaya Abadi: Muhammad Saw Kebanggaan Umat Manusia menjelaskan bahwa pada masa awal Islam terdapat sahabat bernama Abdullah bin Amr bin Ash, Abdullah bin Salam, dan Ka’ab Al-Ahbar.
Ketiga orang ini memiliki reputasi yang sangat baik sebagai orang-orang yang paling mengetahui kandungan kitab-kitab kuno dan dikenal luas orang.
Dari ketiga orang inilah diriwayatkan sebuah pernyataan bahwa di dalam kitab Taurat yang masih asli terdapat ayat yang berbunyi:

“Wahai nabi, kami telah mengutusmu sebagai saksi, pembawa berita gembira, pemberi peringatan, dan pelindung bagi orang-orang ummiy (buta huruf). Kau adalah hamba dan utusan-Ku. AKu namai engka al-Mutawakkil (Orang yang bertawakal). Dia tidak bersikap keras dan tidak berhati kasar serta tidak suka berteriak-teriak di pasar. Tidak membalas keburukan dengan keburukan, tetapi memberi maaf dan pengampunan. Dan dia tidak akan dimatikan Allah sampai orang-orang yang menyimpang keyakinannya berkata tiada Tuhan selain Allah.”

Menurut Fethullah Gulen sosok yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Nabi Muhammad.
Rasulullah diutus untuk memberikan kabar gembira dan rahmat bagi seluruh alam semesta. Pembawa kabar berita tentang jalan yang lurus, pembawa peringatan bagi orang yang menempuh jalan menyimpang.
Rasulullah sebagai pelindung orang-orang yang ummiy (buta huruf) pada masa jahiliyah.
Rasulullah adalah manusia yang paling bertawakal sehingga meski banyak kaum kafir Quraisy yang membenci dan memerangi namun Nabi tak gentar sedikitpun.
Sebab itu Rasulullah mempunyai nama lain yang istimewa yakni al-Mutawakkil.
Pribadinya tidak bersikap keras dan berhati kasar.
Terlebih berteriak-teriak kepada orang lain.
Tidak suka marah.
Bahkan Rasulullah tidak pernah membalas keburukan orang-orang yang membencinya dengan keburukan serupa.
Namun justru Rasulullah memaafkan orang-orang yang membencinya dan berbuat jahat padanya. Rasulullah sopan, berakhlak luhur, lemah lembut dan santun.
Rasulullah sama sekali terhindar dari semua bentuk sifat tercela.

Ada sebuah kisah yang menggambarkan bahwa Rasulullah bukanlah sosok pemarah melainkan penuh kelembutan dan menyayangi siapa pun.
Suatu ketika seorang Badui menemui Rasul dan menarik kuat-kuat serban yang dikenakan Rasulullah.
Rasulullah tidak memarahi si Badui itu melainkan berkata pada sahabat “Berikanlah haknya”. (Ini dapat ditemukan dalam Musnad Imam Ahmad 2/377 atau Abu Daud, Al-Adab).

Begitupun ketika umat Islam berhasil menaklukkan Makkah, Rasulullah tidak membalas perbuatan kaum musyrikin Makkah namun justru memberikan kemerdekaan, sebagaimana dikutip dari as-Sirah an-Nabawiyah, oleh Ibnu Hisyam.

Sedangkan Fethullah Gulen menjelaskan tentang keterangan dalam kitab Taurat bahwa dia tidak akan dimatikan Allah SWT sampai orang-orang yang menyimpang keyakinannya berkata tiada Tuhan selain Allah maksudnya adalah bahwa Allah tidak akan mematikan Rasulullah kecuali setelah kaum jahiliyah yang tersesat dalam kegelapan mendapat hidayah dan cahaya yang dibawa Rasulullah.

Allah pun menepati janji-Nya itu karena ketika Rasulullah wafat, Allah telah menggenapi agama-Nya serta menyempurnakan nikmat-Nya.
Allah juga membanyakkan jumlah sahabat dan pengikut Rasulullah.
Maka tujuan diutusnya Rasulullah memang telah sempurna dan tugasnya telah ditunaikan dengan baik, atau beliau telah lengkap menyampaikan risalah yang diembannya.

 

@drr