Kategori
Artikel

Sifat Allah SWT Jika Dimiliki Manusia akan Dibenci Sesama

 

Oleh : Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA — Sifat Allah SWT Jika Dimiliki Manusia akan Dibenci Sesama
Terdapat sifat Allah SWT jika dimiliki manusia akan memicu kebencian manusia.

Sesungguhnya kewajiban pertama yang diwajibkan Allah SWT kepada makhluk-Nya adalah mengenal Allah SWT. Apabila manusia mengenal Allah, maka mereka akan beribadah kepada-Nya dengan sebenar-benar ibadah.
Allah berfirman dalam surat Muhammad ayat 19 yang dijelaskan dalam buku Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir dari Alquran Al Karim :

فَٱعْلَمْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَىٰكُمْ

Fa’lam annahụ lā ilāha illallāhu wastagfir liżambika wa lil-mu`minīna wal-mu`mināt, wallāhu ya’lamu mutaqallabakum wa maṡwākum.
“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (Yang Haq) melainkan Allah.”

Dengan mengingat luasnya rahmat Allah menjadikan penuh harap, mengingat pedihnya siksa dan murka Allah menimbulkan ketakutan yang sangat, dan dengan mengingat keesaan Allah dalam menganugerahkan nikmat mengharuskan rasa syukur kepada-Nya.

Maksud dari beribadah kepada Allah dengan nama dan sifat-Nya adalah mewujudkan pengetahuan tetang nama dan sifat Allah tersebut.
Memahami arti yang terkandung di dalamnya serta mengamalkannya.
Di antara nama dan sifat-Nya terdapat sifat yang apabila dimiliki oleh seorang hamba maka ia dipuji, seperti ilmu, kasih sayang, dan adil.
Di antara sifat dan nama-Nya apabila dimiliki seorang hamba maka ia dicela, seperti sifat ketuhanan, absolut, dan sombong.
Sesungguhnya makhluk yang paling dicintai Allah adalah yang memiliki sifat yang dicintai-Nya dan yang paling dibenci Allah adalah orang yag memiliki sifat yang dibenci-Nya.
Sedangkan, berdasarkan tafsir dari Kementerian Agama yang tercantum dalam resminya, dalam ayat itu berarti Allah memerintahkan Nabi Muhammad apabila ia telah yakin dan mengetahui pahala yang akan diperoleh orang-orang yang beriman, serta azab yang akan diperoleh orang-orang kafir di akhirat, untuk berpegang teguh kepada agama Allah yang dapat mendatangkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Rasulullah SAW juga diperintahkan memohon kepada Allah agar mengampuni dosa-dosanya dan dosa-dosa orang beriman untuk selalu berdoa dan berdzikir kepada-Nya.
Serta jangan sekali-kali memberi kesempatan kepada setan untuk melaksanakan maksud buruknya kepada beliau.
Sebuah hadits sahih mengatakan Rasulullah SAW selalu berdoa:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي وَخَطَئِي وَعَمْدِي وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي

“Wahai Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, dan perbuatanku yang berlebih-lebihan, dan dosaku yang lebih Engkau ketahui daripadaku.
Wahai Allah, ampunilah dosa perkataanku yang tidak serius dan perkataanku yang sungguh-sungguh, kesalahanku, kesengajaanku, dan semua yang ada padaku.”
(Riwayat al-Bukhari dari Abu Musa al-Asy’ari)

Rasulullah SAW sering berdoa pada akhir sholatnya.
Sebelum mengucapkan salam, beliau memohon:

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي ما قَدَّمْتُ وَما أَخَّرْتُ، وَما أَسْرَرْتُ وَما أَعْلَنْتُ، وَما أَسْرَفْتُ، وَما أَنْتَ أَعْلَمُ به مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لا إلَهَ إلَّا أَنْتَ

“Ya Allah, ampunilah dosaku yang terdahulu dan yang terkemudian, yang tersembunyi dan yang tampak, serta perbuatanku yang berlebihan dan dosaku yang Engkau lebih mengetahui daripadaku, Engkau Tuhanku, tak ada tuhan selain Engkau.”
( HR al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas).

Sementara Abu Bakar As-Shiddiq berkata, “Hendaklah kamu membaca, “La ilaha illallah dan istigfar.” Bacalah keduanya berulang kali, maka sesungguhnya Iblis berkata, “Aku membinasakan manusia dengan perbuatan dosanya, dan mereka membinasakanku dengan membaca La ilaha illallah dan istigfar, maka ketika aku mengetahui yang demikian, mereka aku hancurkan dengan hawa nafsunya, mereka mengira mendapat petunjuk.”
(HR Abu Ya’la).

 

@garsantara