Kategori
All

*SENTIMEN PRIMORDIALISME ELIT LOKAL SUMBER CELAKA DAN PETAKA , BERBAHAYA BAGI MASA DEPAN MASYARAKAT PULAU NIAS*

SENTIMEN PRIMORDIALISME ELI LOKAL SUMBER CELAKA DAN PETAK BAGI KESUBURAN KEMISKINAN YANG MAKIN MENGANGA, BERBAHAYA BAGI MASA DEPAN MASYARAKAT PULAU NIAS.

 

Oleh Edizaro Lase

Busurnews.com, Pulau Nias – Elit Lokal Pulau Nias Bersama Kapitalis menambah kesuburan jurang maut kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan dan keterbelakangan masyarakat Pulau Nias itu sendiri. Hal ini dipertegas oleh Pemerintahan Pusat bahwa Kepulauan Nias masih tertinggal, terbelakang dan termiskin.

Hal ini bukan sebuah aib melainkan sebuah petaka dan celaka maut bila dibirakan terus menerus tanpa GERAKAN MORAL sebagai tindakan preventiv untuk mewujudkan masa depan masyarakat Pulau Nias yang cerdas, berani dan unggul.

Untuk itu, dalam rangka menghadapi pilkada serentak di Pulau Nias sudah saatnya GERAKAN MORAL dan DAULAT RAKYAT sebagai kompas transformasi mewujudkan perubahan yang menjadi realitas sosial bukan sekedar perubahan yang sifatnya semu dan sensasional.

Tidak dipungkiri, dominasi elit lokal yang mengedepankan sentimen primordialisme seperti marga dan faktor agama merupakan ancaman yang sangat berbahaya dalam rangka gerakan reposisi tata ruang sosial yang cerdas, berani dan unggul. Karena dominasi elit lokal ini makin kuat, gagah, dan perkasa ditengarai oleh sokongan elit politik, kapitais hitam yang berkarakter jahat dan tajam pengaruhnya terhadap rakyat mayoritas yaitu masyarakat golongan miskin, bodoh dan tak terdidik.

Gerakan MORAL dan DAULAT RAKYAT adalah jalan suci dengan biaya yang sangat murah dan bisa dilakukan oleh setiap orang dan kelompok secara bersama-sama (kolektif) membendung pengaruh jahat elit lokal dan kapitalis jahat yang berkarakter dan mengedepankan sentimen primordialisme berbasis marga dan agama dengan kemasan yang sangat jahat yakni berbungkus SARA, KABAR BOHONG, FITNAH, HOAX. misalnya ada cakada haji padahal beragama KRISTEN.

GERAKAN MORAL dan DAULAT RAKYAT cara ampuh membasmi elit lokal dan kapitalis jahat yang mengedepankan sentimen primordialisme berbasis marga dan agama.(***)