Sengketa Pilkada Menghasilkan Tragedi Kemanusiaan

judul Sengketa Pilkada menghasilkan tragedi Kemanusiaan

Busur News Com,Jakarta – Sidang Sengketa Pilkada dengan  agenda mendengarkan jawaban termohon, keterangan pihak terkait, dan pengesahan alat bukti (II). Sidang di mulai pukul 13.28 Wib tampak yang hadir serius mendengarkan proses berjalannya sidang.Di Gedung Mahkamah Konstitusi pada rabu (10/5/2017).

Pemohon  pertama Natalis Tabuni dan Yann Robert Kobogoyauw (Perkara Nomor 54/PHP.BUP-XV/2017)

Bartolomius Mirip dan Deny Miagoni (Perkara Nomor 55/PHP.BUP-XV/2017), Sementara Termohon KPU Kabupaten Intan Jaya

Dengan susunan persidangan, Suhartoyo (Ketua),  Wahiduddin Adams (Anggota), Saldi Isra (Anggota),A.A. Dian Onita Panitera Pengganti, Saiful Anwar Panitera Pengganti.

Pihak yang Hadir:

Pemohon Perkara Nomor 54/PHP.BUP-XV/2017:
Yann Robert Kobogoyauw

Kuasa Hukum Pemohon Perkara Nomor 54/PHP.BUP-XV/2017:
Thamrin A. Achmad, Asdar Thosibo,Hendra Firmansyah,Nasrullah,  Azham Idham

Pemohon Perkara Nomor 55/PHP.BUP-XV/2017:,1. Bartolomius Mirip,2. Deny Miagoni

Kuasa Hukum Pemohon Perkara Nomor 55/PHP.BUP-XV/2017:
Ahmad Irawan, Munafrizal Manan
Slamet Santoso,. Termohon Perkara Nomor 54 dan 55/PHP.BUP-XV/2017:Adam Arisoi (KPU Provinsi Papua),Linus Tabuni (KPU Kabupaten Intan Jaya-nonaktif), F.

Kuasa Hukum Termohon Perkara Nomor 54 dan 55/PHP.BUPXV/
2017: Ali Nurdin, Budi Rahman,. Viky Sabana,,Indra Septiana,Matheus Mamun Sare
Kuasa Hukum Pihak Terkait Perkara Nomor 54 dan 55/PHP.BUPXV/
2017:Badrul Munir,. Relika Tambunan, Mega M.F. Nikijuluw, Catur Prasetyo, Andi Syamsul Bahri
I Made Suka Artha,  Rio Ramabaskarad

Sidang sengketa pilkada Intan Jaya  Yana R Koboga calon wakil bupati yang hadir dalam persidangan di MK memberikan pandangannya pihak kuasa hukum terkait dalam memberikan keterang usai sidang di  MK, Rabu,(10/5)di anggap tidak Benar.

Di mana Kuasa hukum Paslon No urut 2(dua) memberikan keterangannya bahwa tidak terjadi keributan padahal yang sebenarnya telah terjadi keributan dan konflik warga.

“Korban yang tewas 3 orang, dari 600 orang menderita luka panah, 18 Rumah masa paslon 3 dibakar oleh masa klinnya, banyak motor di bakar dan semua fasilitas perkantoran di jarah dan di rusak, itulah faktanya ada bukti rekaman video,”jelas Yana Koboga wakil Bupati Intan Jaya.

“Diharapkan Hakim MK dapat mempertimbangkan hasil dan kejelasannya. Utuk itu dia mengharapkan Hakim MK dapat mempertimbangkan dalam keputusan nantinya agar keputusan benar-benar adil,”tutup beliau.(dms).