Kategori
Artikel

Seluruh pihak agar bergerak cepat dalam meng­antisipasi REVOLUSI INDUSTRI keempat yang datang begitu pesat

 

Oleh : Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.Com,Jakarta – Seluruh pihak agar bergerak cepat dalam meng­antisipasi REVOLUSI INDUSTRI keempat yang datang begitu pesat dan serentak di hampir semua negara.

REVOLUSI INDUSTRI ini mencakup tiga dimensi, yaitu
dimensi DIGITAL,
dimensi FISIK,
dimensi BIOLOGIS.

Dengan revolusi industri keempat memang terdapat potensi US$600 miliar atau hampir Rp10.000 triliun per tahunnya di ASEAN pada 2030.

Ada tantangan dalam hal kehilangan pekerjaan bagi masyarakat di dunia.

“International Labour Organization (ILO) memprediksikan ada 56% lapangan kerja di negara-negara ASEAN termasuk di Indonesia akan hilang akibat otomatisasi-otomatisasi mesin, robotik, dan lain-lain.

Maka itu, kita harus siapkan kebijakan-kebijakan agar hal itu tidak terjadi di Indonesia,”.

Hal-hal yang mendasar pun harus segera diselesaikan agar bisa loncat menuju antisipasi pada perubahan yang amat cepat tersebut.

Hal itulah yang kemudian menjadi ­alasan bagi pemerintah dalam membangun infrastruktur bukan hanya Jawa-sentris, melainkan juga Indonesia-sentris.

“Karena daerah sangat membutuhkan hal tersebut.
Jalan Tol Trans-Sumatra, misalnya, diperlukan lantaran mobilitas logistik dan mobilitas orang ini akan memperkuat kita bisa bersaing dan bisa berkompetisi dengan negara lain atau tidak,”.

Index Global Competitiveness Indonesia yang masih kalah jauh dari negara-negara tetangga.

Dari sisi infrastruktur juga terjadi demikian.

Infrastruktur Indonesia,
Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, masih kalau jauh.
Biaya transportasi dan logistik juga masih dua setengah kali lipat ketimbang mereka.

“Artinya dalam berkompetisi dan bersaing kita ini kalah.
Hal-hal yang fundamental seperti ini harus secepatnya kita selesaikan,”.

(Rn)