Kategori
Artikel

Sekolah tampaknya gagal menanamkan arti penting nilai persaudaraan, kerja sama, dan kasih sayang di antara sesama.

 

Oleh : Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.Com,Jakarta – Sekolah tampaknya gagal menanamkan arti penting nilai persaudaraan, kerja sama, dan kasih sayang di antara sesama.

Munculnya berbagai kasus perundungan dan perkelahian ala gladiator di kalangan siswa belakangan ini membuktikan ada sesuatu yang salah dari proses pembelajaran yang berkembang dan dikembangkan di berbagai sekolah.

Di Bogor misalnya,
Masyarakat kembali dikejutkan berita terjadinya kasus perkelahian antarpelajar yang memakan korban siswa yang masih belia.

MRS, 16, siswa SMP Asy-Syuhada Rumpin, tewas terkena sabetan celurit dalam duel dengan pelajar dari sekolah lain di Kampung Leuwihalang, Desa Gonang, Rumpin.

Kejadian sama sebelumnya juga dialami seorang pelajar berinisial HCER, 15, yang tewas dalam duel maut ala gladiator.

Di luar kasus perkelahian ala gladiator, di media sosial tak sekali-dua tersebar video pendek yang berisi kasus penganiayaan dan perundungan yang dilakukan sejumlah siswa kepada siswa lain yang kemudian rekamannya diunggah sendiri oleh salah seorang pelakunya hingga menjadi viral.

Di berbagai daerah,
Dapat dipastikan masih banyak kasus perundungĀ­an lain yang terjadi di lembaga pendidikan di Tanah Air.

Kasus itu boleh jadi masih merupakan dark number yang masih belum terungkap karena tidak masuk ke dunia maya yang bisa diakses publik.

Berbagai kasus perploncoan yang terjadi di setiap awal penerimaan siswa atau mahasiswa baru, kasus pemalakan yang terjadi di antara sesama siswa, dan bentuk-bentuk bullying lain yang terjadi di berbagai lembaga pendidikan ialah bukti yang bisa ditelusuri dan bisa dipastikan masih tetap terjadi hingga sekarang.

Meskipun pemerintah telah berusaha mengurangi kasus ini dengan kebijakan melarang aktivitas perploncoan, karena kejadian ini masih dianggap sebagai bagian dari tradisi dan juga karena kurangnya pengawasan, dari waktu ke waktu kejadian itu masih tetap berlangsung.

(Rn)