Kategori
Artikel

Seharusnya pemerintah untuk tidak menyalurkan bantuan sosial (bansos) dalam bentuk paket sembako kepada masyarakat terdampak pandemi covid-19

 

Oleh : Dhedi Razak

Busurnews.com , JAKARTA —Seharusnya pemerintah untuk tidak menyalurkan bantuan sosial (bansos) dalam bentuk paket sembako kepada masyarakat terdampak pandemi covid-19.

Pernyataan tersebut mengemuka setelah Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB) ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dugaan suap pengadaan bansos di wilayah Jabodetabek.

Sudah diingatkan jauh hari.
Jangan gunakan paket sembako untuk bantu rakyat miskin dan terdampak covid-19.

GARSANTARA (garda santri nusantara) menyarankan dana bansos hampir Rp70 triliun sebaiknya dikonversi dalam bentuk uang tunai.
Sehingga, penyaluran bansos lebih tepat sasaran.
Kita menyoroti kebutuhan setiap keluarga yang berbeda.
Misalnya, kebutuhan pokok, seperti beras dan gula, tidak cocok untuk penderita diabetes.
Lalu, keluarga yang memiliki bayi atau anak balita bisa membeli susu, jika diberikan uang tunai.

Keleluasaan memilih sirna, karena isi paket sembako sama untuk seluruh penerima bantuan.

Menurut teori mikroekonomi, pilihan yang lebih banyak akan memberikan kepuasan lebih tinggi, dibandingkan bantuan barang.

 

@garsantara