Kategori
News

Seharusnya Ahok Bisa Disejajarkan Dengan Kasus Walikota London

 

Oleh: Dr. Dhedi Rochaedi Razak, S.HI, M.Si

 

Busur News Com,Jakarta- Melihat fenomena pemimpin minoritas seperti Ahok seharusnya bisa disejajarkan dengan kasus terpilihnya Sadiq Khan sebagai Walikota London.

Tapi kenyataan yang dihadapi kedua tokoh ini berbeda sama sekali.

”Tidak pernah ada pengerahan massa di gereja untuk tidak memilih pemimpin non-kristen, tidak pernah ada usaha menjegal karena dia muslim,”

Sekalipun ada kelompok ekstrem kanan yang tidak suka, mereka tidak berceramah di gereja untuk menjegal Sadiq.

Bahwa mayoritas warga London hanya melihat Sadiq sebagai calon dari Partai Buruh dengan berbagai kebijakannya.

Dan setelah Sadiq menang, tidak ada yang nyinyir dan (mengklaim) berusaha merajut kembali persatuan. –
Soalnya, selama kampanye, memang tidak ada perpecahan seperti yang terjadi di Jakarta.

”Ini yang membuat kita merasa aneh,”.

Satu hal lagi yang mempertegas perbedaan antara nasib Ahok dengan Sadiq, Sadiq tak punya pengalaman sebagai walikota, tapi ia bisa menang sekalipun minoritas.

Sementara Ahok, sekalipun sudah berprestasi dan bekerja bagus, tetap kalah.

Tapi yang terjadi, proses Pilkada DKI justru mencemaskan dan memperburuk rasa saling percaya di masyarakat.

”Taktik menggunakan agama (dan ras) yang terbukti berhasil di Jakarta, kemungkinan besar akan dipakai di dalam pilkada-pilkada (lain) berikutnya,”.

*Kita bisa menprediksi jika salah satu lawan di pilkada sulit dikalahkan dari segi kompetensi, maka sang calon akan diserang dengan taktik sama*.

”Ridwan Kamil mulai diserang dengan isu Syiah,”.

 

(Riena)