Secara HOLISTIK atau keseluruhan, paham komunisme dengan ajaran Islam bagaikan minyak dan air.

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.Com,Jakarta – Secara HOLISTIK atau keseluruhan, paham komunisme dengan ajaran Islam bagaikan minyak dan air.

Karena itu,
sulit untuk mempertemukan kedua hal tersebut, walaupun ada yang mencoba untuk menghubung-hubungkannya.

 

“Baik dari segi paham maupun dari segi praktiknya, banyak sekali yang berhadapan antara paham komunisme dengan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam”.-

Paham komunisme itu digagas oleh Karl Marx.
Guru dari Marx adalah Georg Wilhelm Friedrich Hegel, seorang filsuf dari Jerman.

Hegel memiliki pandangan yang sangat tidak sejalan dengan ajaran Islam.

“Antara lain misalnya konsep negara.
Bagi Hegel, sebuah negara itu merupakan sesuatu yang abstrak, top of mind.
Negara itu adalah segala-galanya, atas nama negara, semuanya harus tunduk”.

 

Jadi, ketika bicara tentang nasionalisme, maka nasionalisme itu adalah segalanya.
Yang bertentangan dengan nasionalisme, paham kenegaraan, cinta tanah air, maka itu harus disingkirkan.

 

“Di sinilah persoalannya karena Islam itu adalah ajaran universal.
Kalau nanti berhadapan dengan paham komunisme, jadi nanti Islam sebagai ajaran universal itu harus menganggap dirinya sebagai imigran gelap di negerinya sendiri”.

 

Di dalam Islam,tidak harus seperti itu.
Islam, bisa mencintai negara, tapi kita juga bisa mencintai tuhan, agama, dan taat mencintai agamanya.

Selain itu,
Komunisme juga mengandung paham yang komunal.
Artinya, tidak boleh ada suatu paham yang menonjol di samping yang lain.
Mencontohkan dalam soal kekayaan.

 

“Kebalikannya kapitalis,
itu tidak apa-apa kalau ada gedung pencakar langit tapi di belakangnya ada rumah kumuh.

Komunis,
Gedung itu harus dibabat supaya yang kumuh bisa naik ke tempat yang setara.
Sederhananya seperti itu, tapi tidak sesederhana itu sebetulnya”.

 

Yang jelas dari segi paham,
sulit untuk mempertemukan antara agama Islam dengan komunisme.
Walaupun ada orang yang menghubung-hubungkannya, tetap saja itu beda.

Perihal Mohammad Misbach, seorang komunis muslim,
apa yang ia ada dalam ajarannya itu bukan merupakan komunisme murni.
Apa yang dipahami oleh Misbach itu ada interpretasi agama terhadap ajaran komunisme.

“Dia mencoba memberikan pembenaran Islam terhadap komunisme.
Dengan menekankan ada aspek-aspek tertentu yang bisa dihubung-hubungkan sedikit dengan Islam”.

Kendati demikian,
Secara holistik, komunisme dengan Islam tidak simetris.
Meskipun sama-sama menghendaki kaffah keduanya.
Mengibaratkan, kedua hal tersebut sebagai air dan minyak.

 

“Paham komunisme itu pada dasarnya tidak bertuhan, sedangkan kita kan tuhan.
Islam dengan komunis, sama-sama cairannya ada, tapi yang satu minyak, satu lagi air.
Dipaksa untuk dikombinasi bagus tetapi tidak mungkin”.

(Rn)