Kategori
Liputan Khusus

Sandrey : GMNL KLB Medan Berkoalisi Untuk Rakyat

 

 

Oleh: Sandrey Rumanama

Busur News Com,Jakarta – Aksi yang di ikuti oleh presidium Gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GmnI), Fron Perjuangan Rakyat (FPR), Serikat Perumpuan Nasional Indonesia (SERUNI), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Aliansi Gerakan Agraria Indonesia (AGRA) ), Kesatuan Buruh Migran Indonesia (KABAR BUMI), Kesatuan Serikat Buruh Indonesia (KSBI), Hari ini kembali turun jalan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia,pada Minggu ( 21/5/2017).

Dalam aksi ini ORMAS, OKP & LSM ini membeberkan beberapa hal yang nenjadi bobrok rezim JOKOWI-JK, mereka menilai rezim ini tak bedah jau dari rezim fasisme di era orde baru, dimana rakyat di adu dombakan, para aktivis di bungkam para mahasiswa & pemuda di ancam hal ini kembali terjadi di masa pemerintahan jokowi-jk.

Selain itu Wonder Infantri Naingolan (Ketua Presidium GmnI), mengatakan bahwa era ini sangat cendrung kapital sehingga rakyat sulit berkompetisi karena ulah tangan pemerintah, nainggolan menambahkan bahwa isue reforma agraria dan nasionalisasi aset asing hanyalah janji boneka jokowi-jk karena sampai saat ini belum ada program pemerintah yang menyentuh pada hal di maksud.

 

selain itu salah satu orator Sandri Rumanama yang merupakan pengurus presidiun GmnI ini, dalam orasinya mengatakan ,bahwa rakyat di berengus oleh rezim ini, dirinya menambahkan bahwa jokowi lebih cendrung memihak ke investor kebanding rakyat, hal ini dapat di lihat dari naik turunnya harga BBM yang tidak stabil, harga bahan pokok yang melambung tinggi, Tarif Dasar Listrik yang terus di naikan tanpa subsidi,

Bahkan menurut dia jokowi membunuh rakyat secara pelan pelsn di mana subsidi subsidi rakyat yang terus di hapus serta tidak mampu menstrilkan situasi politik yang bergejolak saat ini.Aksi yang di pimpin oleh Hadi Rahman ini berlangsung sekitar 2 jam dan masa aksi membuburkan diri setelah mendapatkan dukungan rakyat dengan randa tangan rakyat untuk hentikan rezim.
“Inilah pernyataan sikap aksi,

Hentikan pelarangan dan pemberangusan hak berpikir, berpendapat dan berorganisasi

Hentikan penggusuran di seluruh jabodetabek secara semena-mena demi proyek strategis nasional yang hakekatnya bukan untuk kepentingan rakyat

Hentikan seluruh kegiatan reklamasi dan cabut Kepres no 52 tahun 1995

Batalkan kenaikan TDL

Hentikan pencabutan subsidi dan jaminan sosial lainnya bagi rakyat.

(Rn)