Kategori
All

Sandi Rumanama GMNI : Cinta Negeri Bagian Dari pada Iman

 

Oleh Sandri Rumanama

Busur News Com,Jakarta – Mengapa Aku Ber-GmnI….?

Gerakan mahasiswa nasional Indonesia (G M N I)
*CINTA NEGERI BAGIAN DARI PADA IMAN*
Hanya ada 2 Hukum Yang Harus Kamu Ketahui
*Yang Pertama* Mengenalah Tuhanmu Maka Engkau Akan Mengenali Dirimu
*Yang Kedua*
Mengenalilah Kerabatmu dan Berbuat Baiklah Kepada Mereka Maka Tuhanmu Akan Mengenalimu (Sandri Rumanama)

“Bagiku setumpuk harta tak mampu mewujudkan suatu tatanan namun dengan rasa bukan hanya tatanan yang di bentuk namun akan lahir suatu pradaban baru dengan kebersamaan dari sejuta perbedaan”

“Merdeka. Merdeka. Merdeka”
sejarah panjang perjalanan bangsa ini mengutip sejuta ceritra dari corak dan potret yang berbeda, perbedaan yg begitu komplikan mulai dari berbeda bahasa berbida ciri biologis berbeda krakteristik, berbeda secara geografis, berbeda dari kehidupan sosial kemasyarakatan, berbeda keyakinan, berbeda budaya, ada istiadat, bahkan berbeda secara etnis dan klasifikasi sosial,
perbedaan ini mampu di racik dalam satu jamuan yakni; I N D O N E S I A. dan hanya ada satu wadah yg cukup elegan menampung perbedaan itu dengan satu komitment mencintai Tanah Air Ini (Nasionalisme) hanya ada di GmnI.

Di GmnI anak para pendeta bertutur ria dengan anak sang ulama, di GmnI anak para tokoh adat. sultan & turunan raja menyapa & bersahaja dengan anak para pemulung & Petani, di GmnI para anak Muhamadiyah begitu akur dan anrab dengan anak para amri dari Nahdatul Ulama, mereka yang dari GPM & Sinode selalu bersama, di GmnI tak mengenal kamu anak siapa, tak pandang kamu dari keluarga mana, tak lekang dengan sekat kamu bersal dari mana, tak ada sentris antara ras, etnis dan golongan semuanya satu rahim, sebab kami sadar kebersamaan itu lahir bukan karena kesamaan tapi kebersanaan itu ada karena perbedaan, “Salam Kemanusian Karena TUHAN ada Untuk Manusia”

Kami tak mampu di pisahkan karena jenis kulit, karena keyakinan. karena adat. kareba budaya sebab kami beradab dalam satu komitment Indonesia Harga Mati, Yang hitam kulitnya, yang ikal rambutnya, berteriak sama seperti yang tampan orangnya yang putih parasnya, yang lurus rambutnya, satu pekikan seribu suara dari perbedaan satu untuk kekeluargaan Merdeka.

di GmnI sajalah kita bisa jumpai mereka yg beribadah di hari ahad dapat memberi senyuman dengan rasa cinta dan penuh kekeluargaan dengan mereka yang sering masuk keluar kuil & masjid. di GmnI kita bisa jumpai mereka yang dari sabang dapat memeluk erat bahu mereka yang dari marauke penuh persaudaraan, kekerabatan & persahabatan.

Di GmnI kami di ajarkan jadi genarasi yang mencintai Indonesia sejatinya, Menyayangi sesama semestinya, Menyapa & Menghargai perbedaan seharusnya, menjaga kesatuan & keutuhan bangsa sepatutnya memperjuangkan nasib orang orang sekalas bang Ain yang hanya memeliki cangkul & lahan itulah komitmen-nya kami, bersama bersumpah dan bersedia berjuang & berfikir serta berfikir & berjuang satu tekad yang pasti tanpa sekat. Merdeka, Begitulah pekik pekik perjuangan kami. GmnI jaya. Marahaen Menang Itulah kami.

di GmnI kita bisa lihat berbagai warna warni perbedaan yang di padukan, bukan cuman hanya berbeda secara syariah namun berbeda secara syiar, bukan hanya berbeda secara mazhab namun berbeda keyakinan sekalipun mereka seperti satu keluarga yang di lahirkan dari satu rahim.

Di GmnI kami di ajarkan untuk menjadi manusia yang benar benar berpegang teguh pada haq dan mencegah yang bathil, tak ada jendral & tuan dalam GmnI semua kaders adalah pejuang hari ini & berjuang sampai kapanpun, kami tak segan enggan membantah walaupun itu anak soekarna sekalipun.

GmnI Untuk Indonesia
GmnI Untuk Kejayaan
MARI BER-GmnI
(catatan Ketua Komite IX Presidium GmnI. Bung Sandri Rumanama).