Kategori
All

Sambutan Hangat Siswa SDN Pandanwangi 4 Kota Malang Untuk Tim Juri GSF

 

BusurNews. Com, MALANG RAYA ,- Ajang lomba bertema 9 isu lingkungan sekolah hingga saat ini masih berlangsung .Tim juri penilai Green School Festival sudah menyebar pada beberapa sekolah tingkat dasar diwilayah Kota Malang.

Salah satu sekolah dasar yang dikunjungi oleh tim juri penilai adalah SDN Pandanwangi 4 Kota Malang pada hari Rabu (08/11).

Tim juri disambut dengan berbagai atraksi siswa dengan yel yel bertemakan lingkungan.Dengan pemandu acara guru wali kelas 2 .
Hal itu menjadi perhatian tim juri yang dilanjut dengan mendengarkan uraian dan penjelasan para siswa setempat diruang kelas , yang juga turut dihadiri perwakilan dua wali murid per kelas serta guru pendamping siswa.

Tim juri tersebut menyimak penjelasan siswa terkait semua potensi yang ada di sekolah dasar Pandanwangi 4. Termasuk pemaparan siswa tentang penmbuatan kompos dibelakang sekolah dan pentingnya biopori untuk resapan air. Juga Tata kelola penempatan rak rak bunga dan tumbuhan penghijauan disekolah.

Tim penilai GSF juga menanyakan tentang persoalan higienist kantin, yang disarankan untuk menghindari tempat atau wadah kue dari plastik dilingkup sekolah setempat, dan untuk segera diperbaikinya tandon air sebagai gerakan SPS ( siram pakai siram ) , yakni siswa memfungsikan kamar mandi agar kebersihannya tetap terjaga. Termasuk saran saran dalam maping permasalahan sekolah dengan melibatkan peran wali murid.

Tim Juri Penilai juga memberikan pemahaman kepada siswa terkait istilah TPS, yang dimaksudkan adalah tempat pembuangan sementara,bukan tempat pembuangan sampah.Karena ada tempat tersendiri untuk pembuangan sampah tersebut.

Salah satu wali murid dari kelas 3 yang ikut hadir mendampingi, kepada awak media mengatakan, bahwasanya salah satu unsur terpenting dari diadakannya lomba lingkungan sekolah itu adalah mengacu pada pembentukan karakter anak didik dilingkup sekolah.

“Peran wali murid dirumah juga sangat membantu kelancaran para guru ajar disekolah.Maka sinergitas dalam menumbuh kembangkan kebiasaan yang positif dapat membentuk karakter anak didik. Jadi itulah sebenarnya esensi lomba GSF tersebut ” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Adapun sambutan yel yel yang dirasa cukup memberi kesan bagi tim juri penilai adalah kekompakan siswa. Tentunya Atraksi

 

Tim penilai GSF juga menanyakan tentang persoalan higienist kantin, yang disarankan untuk menghindari tempat atau wadah kue dari plastik dilingkup sekolah setempat, dan untuk segera diperbaikinya tandon air sebagai gerakan SPS ( siram pakai siram ) , yakni siswa memfungsikan kamar mandi agar kebersihannya tetap terjaga. Termasuk saran saran dalam maping permasalahan sekolah dengan melibatkan peran wali murid.

Tim Juri Penilai juga memberikan pemahaman kepada siswa terkait istilah TPS, yang dimaksudkan adalah tempat pembuangan sementara,bukan tempat pembuangan sampah.Karena ada tempat tersendiri untuk pembuangan sampah tersebut.

 

Salah satu wali murid dari kelas 3 yang ikut hadir mendampingi, kepada awak media mengatakan, bahwasanya salah satu unsur terpenting dari diadakannya lomba lingkungan sekolah itu adalah mengacu pada pembentukan karakter anak didik dilingkup sekolah.

“Peran wali murid dirumah juga sangat membantu kelancaran para guru ajar disekolah.Maka sinergitas dalam menumbuh kembangkan kebiasaan yang positif dapat membentuk karakter anak didik. Jadi itulah sebenarnya esensi lomba GSF tersebut ” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Adapun sambutan yel yel yang dirasa cukup memberi kesan bagi tim juri penilai adalah kekompakan siswa. Tentunya Atraksi tersebut telah dipersiapkan sebelumnya ,dalam arahan Bpk Gunali.(Galih).