Kategori
All

Rumah Seni Asnur Pentaskan Operet Hangtuah

 

Busur News Com,Jakarta-  Sanggar Semenanjung bekerjasama dengan Perkumpulan Rumah Seni Asnur, akan menggelar Operet Hangtuah, cuplikan drama Hangtuah di Teater Studio Rumah Seni Asnur Kaveling UI Timur Blok D No.4 Tanah Baru Depok, 15-16 April 2017 pukul 14.00.

Menurut Asrizal Nur, pementasan ini dikolaborasi dengan lagu dan tari digarap dengan sederhana namun menarik.

Operet Hangtuah ini adalah produksi ke 4 Sanggar Semenanjung arahan Sutrdara Asrizal Nur. Naskah ditulis oleh Temul ‘Amsal. Sebelumnya, sanggar ini telah mementaskan Keris Menjadi Saksi di pentaskan di Gedung Mis Tjijih Jakarta, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwsata Republik Indonesia, dan di Radio Televisi Brunei Darussalam tahun 2011.

Kemuadian Batang Tuaka dipentaskan di acara Halal Bi Halal Persatuan Masyarakat Riau Jakarta dan di Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah (2012), Lancang Kuning di pentaskan di Taman Budaya Yogyakarta dan Gubernuran Riau (2012).

Operet Hangtuah sebelumnya telah pula di pentaskan di Hotel Marriot penyelenggara Yayasan Melayu Nusantara di acara Pesona Lancang Kuning 12 Maret 2017 dengan durasi hanya 20 menit berkolaborasi dengan lagu oleh Siti Nurhaliza, Lesti dan Nassar.

Berbeda dengan penampilan di Hotel Marriot, Operet Hangtuah kali ini diperpanjang durasinya menjadi 40 menit, sedangkan lagu dan tarinya dipersingkat menjadi 20 menit.

Pementasan ini diperkuat Ariandi Putra, Said Rega, Asrizal Nur, Jimmy S Johansyah, Wiwik Elias,  dan lain-lain.

Naskah ditulis oleh Temul ‘Amsal ini menceritakan, Hang Tuah adalah seorang pahlawan legendaris Melayu. Beliau dilahirkan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
Hang Tuah mempunyai empat sahabat, yaitu : Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu. Karena ketangkasan dan keperkasaannya, beliau diangkat menjadi Laksemana Kerajaan Melaka pada abad ke-15.
Kehebatan Hang Tuah lima bersaudara itu membuat mereka disayangi oleh Sultan. Hal ini membuat beberapa petinggi istana lainnya, iri hati dan membeci mereka. terutama Patih Karmawijaya..
Pada suatu hari Patih Karmawijaya memfitnah Hang Tuah. Raja percaya dan murka. Laksemana yang tak berdosa itu diperintahkan raja untuk dihukum mati kepada Datuk Bendahara, Inilah awal pecahnya persahabat an Hangtuah dan Hang Jebat dan petakan bagi kerajaan Malaka.

(Riena)