Kategori
opini publik

Reshuffle Kabinet Untuk Apa Dan Pada Siapa ?

 

Oleh : Sandri Rumanana S. sos

 

Busur News Com,Jakarta- Permasalahan ekonomi, politik, dan keamanan yang dihadapi oleh pemerintah saat ini, dianggap menjadi salah satu bentuk masalah yang belum dapat ditangani dan dikelola secara baik oleh para menteri kabinet kerja Jokowi. Seperti melemahnya rupiah, isu sara & rasis. perang pilkada. soal indenpendensi pemerintah. sistem perekonomian yang merosot. serta sengketa beberapa partai politik, ormas dan organisasi kaderasi dan kepemudaan lain serta dan beberapa masalah lain. Tentunya sangat wajar apabila reshuffle yang dilakukan berada di sekitaran jajaran menteri di bidang-bidang tersebut. Dan kaitanya dengan kurangnya komunikasi untuk koordinasi. antara menteri & prasiden

loyalitas menteri juga menjadi salah satu poin penting perlu dilakukannya reshuffle, ini bukan hanya sebuah anggapan bahwa “ yang menjadi menteri harulah orang dekat dengan presiden”. Namun memang pada kenyataanya hal tersebut memang benar adanya, analoginya adalah bagaimana seorang manusia bisa menggunakan alat gerak tubuhnya,dengan baik apabila otak dengan sistem saraf tubuh tidak sinkron, tentu saja apa yang ingin digerakkan menjadi kacau. Sama halnya dengan menteri yang ada dalam jajaran kabinet, bagaimana bisa memaksimalkan kinerja apabila komunikasi yang dibangun tidak baik… ??

Terlepas dari siapa yang saat ini menduduki jabatan menteri-menteri kabinet kerja, setidaknya sudah terdapat upaya dari Presiden dalam hal ini untuk mengatasi segala permasalahan yang sempat melemahkan kondisi Indonesia. Namun tentu saja evaluasi-evaluasi kinerja tetap harus dilakukan, karena hal ini menyangkut hajat hidup banyak orang. Karena Pemimpin Negara yang baik adalah pemimpin yang mampu membawa rakyatnya menuju ke arah yang lebih sejahtera sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan Negara.

Indeks kerja JOKOWI-JK tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap arah perekonomian Indonesia. Salah Siapa…?
jawabannya harus di kembalikan pada rakyat & pribadi dari nurani masing masing.
reshuffle boleh asal jangan tendensi. loyal boleh asal jangan royalti. taat pemerintah bukan taat perintah.
begitulah pesan dari saya selaku Aktivis.

Jika kesemuan yang ada terus tanpa kerja hanya taat pada pinta & perintah. maka untuk siapa mereka bekerja. untuk partai atau untuk negara.?
jika hanya tendensi untuk hajat politik maka bekerja untuk apa..? untuk rakyat atau untuk meyakinkan rakyat.. ?
presiden boleh ada kemauan untuk kemajuan tapi tak boleh ada tujuan untuk kekuasaan.

 

(Riena)