Kategori
Nasional

Reshuffel Kabinet Dirombak 3 kali oleh Jokowi , Karena Ingin Kinerja , Politik Dan Loyalitas terukur baik

Busur News Com Jakarta – Selama masa pemerintahan Jokowi sudah 3 kali reshuffel  diganti ada apa?

Tidak  dapat dipungkiri, Pilgub provinsi DKI Jakarta 2017 syarat dengan muatan politik, baik tingkat lokal maupun tingkat nasional, bahkan internasional, hal tersebut sangat dipahami, selain pilkada merupakan ajang para kontestasi politik, Pilgub Jakarta pun merupakan “test the water” bagi seluruh kekuatan politik pendukung Presiden Jokowi. Baik bagi partai politik, profesional dan kekuatan pemodal (siapa kawan sejati dan siapa pecundang)

Provinsi DKI Jakarta merupakan “Bumper politik” pemerintah pusat dan tolak ukur kekuasaan, bila pemerintah pusat “tidak berdaya menguasai” pemerintahan Ibukota Jakarta, berarti disini ada problem politik yang serius terlebih menjelang pilpres 2019.

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif CELGOR, Budi Mulyawan SH. dalam siaran pers yang dikirim ke redaktur Busur News Com melalui ponselnya.Senin (23/4/2017) di Jakarta.

Selanjutmya Budi Mulyawan yang biasa akrab di panggil Ceppy ini menjelaskan, bahwa Reshuffle Kabinet, merupakan hak preogratif Presiden. Presiden Jokowi telah 3 kali melakukan perombakan kabinet, yang pertama dilakukan dengan pendekatan SDM (faktor SDM) sebab pada saat itu, mayoritas Menteri Kabinet merupakan hasil rekomendasi banyak pihak, sehingga Presiden Jokowi belum mengenal dengan seksama masing masing Menterinya.

“Perombakan kabinet ke 2 dilakukan Presiden Jokowi dengan pendekatan SDM dan kinerja, bagi menterinya yang tidak atau kurang berprestasi sudah pasti diganti. Perombakan yang ke 3 dilakukan dengan pendekatan kinerja dan politik, guna mendapat dukungan mayoritas dari kekuatan parpol.” jelasnya.

Lanjut Ceppy sekarang, bila terjadi lagi perombakan kabinet, sudah hampir bisa dipastikan, Presiden Jokowi akan melakukan perombakan dengan pendekatan selain kinerja dan politik, juga dengan pendekatan loyalitas. Hal tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan tantangan Pilpres 2019.

“Presiden Jokowi butuh kabinet yang tidak hanya kinerjanya yang baik dan dari banyak kekuatan politik, tetapi juga dengan loyalitas yang jelas serta terukur.” ujarnya.

Maka untuk menjawab tantangan kabinet yang memiliki loyalitas pada Presiden Jokowi, kami dari Centre for Local Government Reform (CELGOR) memberikan rekomendasi beberapa menteri yang kami anggap berhasil dan loyal serta menteri yang jauh dari harapan, berikut ini diantaranya :

Menteri yang kami anggap berhasil:

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi

Menteri Sosial, Kofifah Indar Parawangsa.

Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati

Menteri Pemuda & Olah Raga, Imam Nahrawi.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

Berikut Menteri yang jauh dari harapan:

Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Menteri Komunikasi & Informatika. Rudi Antara.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara,
Asman Abnur

Menko Polkam, Wiranto

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Demikian siaran pers dari kami Direktur Eksekutif CELGOR sekaligus sebagai surat rekomendasi beberapa pos Kementerian, Diharapkan menjadi perhatian khusus Presiden Jokowi, demi mewujudkan Indonesia baru yang hebat ..Merdeka..!!! pungkas Budi Mulyawan, SH. (Sam Lazuardi).

%d blogger menyukai ini: