Kategori
Artikel Islam

Ramadan tahun ini di tengah wabah covid-19 memang amat berbeda ketimbang pada tahun-tahun sebelumnya. 

 

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com, nanggroe ACEH darussalam — Ibadah puasa di bulan Ramadan tahun ini di tengah wabah covid-19 memang amat berbeda ketimbang pada tahun-tahun sebelumnya.

Hikmah puasa sebagai bulan kesabaran menemukan makna yang tepat menghadapi situasi dan kondisi saat ini.
Puasa kali ini mendapat dua pahala besar buah kesabaran.
Pertama, kita sabar menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Kedua, sabar menghadapi cobaan mewabahnya covid-19.
Balasan orang yang sabar mendapat pahala tak terbatas dari Allah SWT.
Seperti termaktub dalam Alquran Surat Az Zumar ayat 10 yang artinya,

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Kendati wabah tengah melanda dunia sejatinya Ramadan 1441 H ini teristimewa bagi warga muslim sedunia, dengan pahala berlipat ganda.
Keluarga semakin solid dan pendidikan kemanusiaan makin terasa dalam nuansa keluarga inti yang bahagia.
Ibadah serasa lebih khusyuk dan bisa lebih fokus pada tugas-tugas pekerjaan serta dapat langsung menjalankan ibadah puasa dan mengisi kegiatan Ramadan.
Adanya aturan physical distancing, selama Ramadan mengharuskan semua anggota masyarakat di rumah saja.
Kebiasaan salat Tarawih berkerumun dan guyub berbuka bersama di masjid atau undangan ke rumah tak dapat lagi dilaksanakan.
Namun bahagianya, pahala kita tetap didapatkan dari ibadah yang biasa kita lakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Mengutip hadis Nabi yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda,

“Jika seorang ahli ibadah jatuh sakit atau safar, ia tetap diberi pahala ibadah sebagaimana ketika ia sehat atau sebagaimana ketika ia tidak dalam safar.”

Dengan beribadah di rumah saja, itu nikmat yang tak pernah dialami pada Ramadan sebelumnya.
Salah satu dampaknya, kini tiap-tiap keluarga umat Islam dapat memaksimalkan keakraban, bahkan pendidikan karakter lebih maksimal di keluarga.
Khusyuk Berpuasa dengan kondisi seperti saat ini diyakini lebih khusyuk dan lebih banyak kesempatan untuk menggapai malam keutamaan Lailatulqadar.
Selama Ramadan tak banyak kesibukan di luar rumah sehingga bisa lebih fokus pekerjaan dan ibadah.
Selama berpuasa dan pada akhir Ramadan tak disibukkan dengan persiapan mudik sehingga pada Ramadan kali ini bisa dimaksimalkan dengan bekal ibadah untuk menjemput Lailatulqadar.
Tidak ada masalah yang berat jika dihadapi dengan sabar dan tawakal.
Semua orang pasti menghadapi masalah dan ujian, tetapi yang berbeda cara menyikapinya.
Cara pandang seseorang pada masalah yang dapat mengubah masalah menjadi peluang, bahkan menjadi nikmat.

“Jadi, jangan pernah berpikir mengubah dunia jika cara pandangnya kepada dunia belum berubah,”

@drr