Rakyat Tolikara Papua Butuh Pemimpin Yang Bisa Mensejahterakan Rakyatnya

 

Busur News Com,Jakarta-Ketika ditemui awak media di salah satu hotel di kawasan Senen, Jakarta Pusat kamis, 6/4/2017 ,Calon Wakil Bupati terpilih Kabupaten Tolikara, Papua Barnabas Weya. S.Pd terkait pemilihan Kepala Daerah Tolikara yang belum lama ini terjadi kericuhan atas surat suara yang di duga banyak kecurangan dalam pilkada tersebut.

Menurut Barnabas Weya Calon Wakil Bupati Tolikara , suara hasil kemarin bukan hasil demokrasi sehingga hasil perhitungan kami bawa ke MK ( Mahkamah Konstitusi) sehingga kami mendapatkan hasil keputusan dan jatuh kepada kami,” ujar Banabas

“Prioritar kami yaitu rakyat harus tahu, bahkan rakyat juga harua tahu siapa pemimpin mereka apa lagi ketika kita menyampaikan misi visi kita kepada rakyat itu jelas karena itu menyangkut sentuhan kepada rakyat karena rakyat membutuhkan pemimpin yang dapat membantu dan mensejahterakan rakyatnya,”ujarnya

“Misi yang pertama yang akan saya lakukan adalah masalah pendidikan yang kedua insprastruktur dasar yang ketiga kendaraan ekonomi rakyat kesehatan dan sosial budaya sehingga pada saat kampanye rakyat tahu sosialisasi kita, masyarakat tahu apa yang kita lakukan dan saya meminta kepada rakyat Tollikara lihatlah pemimpin yang diminati oleh rakyat sehingga mereka tidak kecewa nantinya.

“Perbedaan jauh ketika John memimpin lima tahun yang lalu pada tahun 2005 -2010 sangat jauh mengenai pelayanan terhadap masyarakat .

“ Adanya kecurangan terhadap KPU , karena memanggap KPU menjadi tim sukses nomer urut satu. KPU sudah dah melanggar pkpu no 10 tentang pemilu kada , melalukan korupsi,bahkan kami mencurigai dana hibah sebesar 69 milyar kepada kpu bisa saja mereka yang mendanai mereka memanfaatkan momen ini untuk money politik kemudian memalsukan tanda tangan pada saat rekapitulasi perhitungan.”jelas Barnabas

Di lokasi yang sama Ketua tim sukses dari pasangan nomer urut dua Timotius Wakur. S.TH yang juga ikut kami wawancarai terkait pemilukada Tolikara.

Dalam kesempatan yang sama beliau menambahkan, intinya kami datang ke MK bukan untuk mencari kalah atau menang tetapi rakyat Tolikara menuntut kebenaran dan keadilan karena itu pemohon dan panwaslu sudah mengajukan, maka MK sangat lihai melihat laporan dari pada pemohon dan panwaslu yang direkomendasikan bawaslu pusat dan akhirnya keluarkan keputusan sangat bijak sana untuk 18 distrik itu harus PSU dan itu suara yang 18 distrik itu mereka sengaja melakukan karena itu daerah basisnya dan jadinya 18 distrik itu rakyatnya meminta keadilan dan kebenaran dan suara rakyat itu adalah suara tuhan maka kami kuasa hukum membawa suara itu ke MK memutuskan sesuatu seadil adilnya dan saya yakin psu ini bukan menguntungkan bukan juga merugikan , tidak merugikan petahana tidak juga merugikan pasangan nomor urut tiga tetapi yang menguntungkan rakyat tolikara 18 distrik itu karena suara mereka dirugikan suara mereka di manipulasi melalui hal hal yang tidak benar sehingga dalam hal ini sangat disayangkan,’’Terang Timotius

Ketua tim suksespun berpesan kepada rakyat tolikara kami optimis menjadi Bupati, jadi saya meminta kepada rakyat Tolikara melihat sosok pemimpin yang sebenarnya siapa, kami mau demokerasi harus ditegakkan sehingga demokerasi ini melahirkan pemimpin yang benar benar mencintai rakyatnya memberikan pelayanan kepada rakyat sehingga pemerintah dalam melayani masyarakatnya secara mudah dan dalam segala aspek sukses.”tutup Timotius (nor)