Kategori
Artikel

Profesor Gary Miller Mengungkap kesalahan ilmiah dan sejarah dalam Alquran sehingga akan bermanfaat bagi agama dan karyanya

 

Oleh : Dhedi Razak

Busurnew.com , JAKARTA —Profesor Gary Miller adalah seorang dosen matematika dan logika sekaligus pengkhotbah dari Kanada yang aktif. Ia lalu memutuskan untuk memberikan layanan untuk agama Kristen dengan mengungkap kesalahan ilmiah dan sejarah dalam Alquran sehingga akan bermanfaat bagi agama dan karyanya.
Namun, hasil penelitiannya justru memberikan jawaban lain.
Penelitian Miller menghasilkan temuan yang adil dan kajian serta komentarnya positif, bahkan lebih baik daripada penelitian dari banyak Muslim yang menulis tentang Alquran.
Dia menganggap Alquran adalah sebuah kitab yang sempurna dengan kesimpulan bahwa kitab ini tidak mungkin menjadi karya manusia.
Apa yang ditemukan Miller?
Menurutnya, hal pertama yang mengejutkan adalah tentang Alquran yang menantang untuk membuktikan kesalahan Alquran dalam banyak ayat.

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran?
Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.”
(QS. An-nisa: 82).
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Albaqarah:23).

“Tidak ada penulis yang menulis buku dan kemudian menantang orang lain bahwa buku ini tidak memiliki kesalahan. Sedangkan untuk Alquran yang mulia, sebaliknya. Ini memberi tahu pembaca bahwa tidak ada kesalahan di dalamnya dan kemudian menantang semua orang untuk menemukannya, jika ada,” katanya dilansir dari About Islam.

Menurutnya, Alquran tidak menyebutkan peristiwa-peristiwa sulit dalam kehidupan pribadi Nabi Muhammad, seperti kematian istri tercinta Khadijah, kematian putri dan putranya. Anehnya, ayat-ayat yang diturunkan saat ada peristiwa kesedihan atau kekalahan akan disebut secara gamblang. Sementara saat dalam kondisi kemenangan atau kemenangan ayat Alquran mengingatkan tentang bahaya sombong.
“Jika seseorang menulis otobiografinya sendiri, dia akan memperbesar kemenangan dan membenarkan kekalahan itu. Al-Quran yang mulia melakukan hal yang sebaliknya dan ini konsisten dan logis. ini bukanlah sejarah periode tertentu melainkan teks yang menetapkan aturan umum untuk hubungan antara Allah (Yang Maha Kuasa) dan para hamba-Nya,” katanya.

Dia juga mengungkapkan ada sebuah ayat dalam Alquran yang menggambarkan Maryam (Maria) di mana Maryam dipuja dengan cara yang bahkan tidak ditemukan dalam Alkitab. Pada saat yang sama, tidak ada bab atas nama Sayyidah Aisha atau Sayyidah Fatimah. Nama Nabi Isa (Yesus) disebutkan 25 kali dalam Alquran sedangkan nama Nabi Muhammad disebutkan hanya lima kali.
Beberapa penyerang mengatakan bahwa setan biasa mendikte nabi Muhammad tentang apa yang harus ditulis dalam Quran yang mulia. Padahal banyak Alquran yang merendahkan derajat syetan.
“Dan Al Quran itu bukanlah dibawa turun oleh syaitan-syaitan.” (QS. Asy-Syu’ara: 210).
“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk,” (QS. An-nahl :98).
Dia juga merasa heran dengan kejadian saat Nabi Muhammad dan Abu Bakar bersembunyi di dalam gua hira yang dikelilingi oleh orang-orang kafir yang bisa melihat mereka jika mereka melihat ke bawah. Menurutnya, reaksi manusia adalah mencari jalan keluar lewat belakang atau jalan keluar lain atau diam agar tidak didengar. Namun, Nabi justru menenangkan Abu Bakar dengan perkataan yang tidak terduga.
“”Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita,” (QS. At-Taubah: 40).

“Ini bukanlah mentalitas seorang penipu, tapi mentalitas seorang Nabi yang memiliki keyakinan bahwa Allah (Yang Maha Kuasa) pasti akan menjaganya,” ujarnya.

@drr