Presiden Jokowi Perintahkan Bansos Covid-19 Dibayarkan Bulan Juli Pekan Ini

 

Jakarta (Busurnews) Presiden Joko Widodo meminta seluruh program pemberian bantuan sosial dapat disalurkan kepada masyarakat penerima pada pekan ini. Bansos tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam keterangan Pers secara virtual selepas sidang kabinet paripurna yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (5/7).

“Kemudian perlindungan sosial, ini tadi instruksi Bapak Presiden agar dilakukan akselerasi pembayarannya minggu ini, terutama PKH (Program Keluarga Harapan) untuk dimajukan triwulan ketiga, ini bisa dibayarkan di bulan Juli sehingga bisa membantu masyarakat , “ujar Sri Mulyani.

“Kartu sembako yang sekarang jumlah targetnya 15,93 juta penerima bisa dinaikan targetnya 18,8 juta lagi. Dan bantuan tunai untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama 2 bulan akan dibayarkan pada bulan juli ini, “tambahnya.

Akselerasi pemberian bantuan sosial di bulan Juli berlaku untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Des. Menkeu menyebutkan BLT Desa yang saat ini baru mencapai 5 juta penerima dapat dinaikan sesuai pagu menjadi 8,8 juta penerima. Selain itu, Menkeu memastikan pemberian bantuan sosial berupa bantuan Kuota Internet bagi dunia pendidikan akan tetap diberikan.

“Untuk bansos ini, bantuan kuota Internet kepada 27,67 juta penerima yang terdiri siswa, mahasiswa, tenaga pendidik, guru, dan dosen akan tetap diberikan, “lanjutnya.

Pada pelaksanaan PPKM Darurat, pemerintah telah menetapkan untuk memperpanjang diskon listrik kepada 32,6 juta pelanggan. Selain diskon listrik, bantuan rekening abodemen listrik akan diperpanjang hingga bulan September.

“Diskon listrik kepada 32,6 juta pelanggan akan diperpanjang yang tadinya enam bulan menjadi sembilan bulan, berarti sampai dengan bulan September. Untuk akan diperlukan tambahan alokasi Rp 1,91 triliun. Kemudian untuk bantuan rekening abodemen listrik, kita akan perpanjamg sampai bulan September. Sehingga akan membutuhkan tambahan dana Rp 420 miliar, “jelasnya.(Red)