Kategori
All

Presiden Jokowi : Dengan Modal Kepercayaan Rakyat Dan Hokgie Karena Hukum Karma Kebaikan,Kejujuran Dan Bersih Dari Korupsi ,

 

BUSUR News Com,Jakarta – Presiden Jokowi dengan modal kepercayaan rakyat dan hokgie karena hukum karma kebaikan, kejujuran dan kebersihan untuk tidak korupsi seharusnya memang didukung oleh cabinet yang ramping profesional dan efektif.

*Program utamanya sebetulnya gampang dihafalkan kita akan membangun Indonesia menjadi nation state ke-4 sedunia dalam kualitas dalam satu generasi*.

Mereka lahir sejak Reformasi, sudah biasa mengritik presiden, parlemen dan siapa saja yang tidak perform, tidak memperlihatkan kinerja yang konkret melayani kebutuhan rakyat banyak secara bertanggung jawab.

Generasi 2016 yang lahir 1998 sekarang berumur 18 tahun dan akan mencapai puncak karier pada 2045 akan sudah berada pada peringkat 4 atau single digit untuk pelbagai Index Pembangunan Manusia.

Dalam peringkat GDP, per kapita maupun pelbagai rasio ketersediaan, kesejahteraan, kesehatan, pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.
Yang sekarang ini masih tepruruk di peringkat ratusan, puluhan yang sangat mempermalukan kita.
Karena kita hanya no 4 sedunia dalam kuantitas penduduk.
Kabinet Kerja Jokowi ini harus benar benar bekerja untuk memulihkan rasa percaya diri rakyat Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam yang luar biasa dan juga sumber daya manusia yang secara individual bisa menjadi panutan dan teladan kinerja inovator global.

*Tapi secara sistemik masih dikuasai oleh sisa sisa rezim otoritarian yang tidak menghargai meritokrasi melainkan tersandra oleh kleptokrasi, plutokrasi dan otokrasi primitive factor kebencian SARA baik pada tingkat global, regional maupun nasional domestik*.

Optimisme kita itu tentu harus didukung situasi ekonomi global dan geopolitik yang cerah dan stabil tapi ekonomi Tiongkok free fall.
Dan perang teror ISIS bahkan meluas jadi Perang Arab Saudi Iran dimana kita harus jadi penengah yang bijaksana.

Jokowi itu diam-diam punya naluri Kissinger Nixon.
Karena itu dia utus Menlu Retno Marsudi untuk mendamaikan Arab dan Iran.
Memang ini sebetulnya merupakan sisa pekerjaan rumah era Gus Dur yang dulu berani masuk ke Israel bahkan duduk dalam satu Yayasan bersama Shimon Peres.
Akhirnya doktrin utama adalah kepentingan nasional di atas kepentingan solidaritas.
Kita mengalami ketika kita melarang Israel dan Taiwan ikut Asian Games IV di Jakarta 1962.
Akibatnya kita diskors tidak boleh ikut Olimpiade Tokyo apalagi karena pemerintah soekarno bikin Ganefo yaitu Olimpiade tandingan.
Sedihnya negara negara Arab tetap berlenggang kangkung ikut Olimpiade Tokyo 1964 dan hanya Korea Utara yang ikut di skors tidak ikut di Tokyo.
Waktu kita keluar dari PBB, RRT kan malah sedang antre menuntut haknya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB menggantikan Taiwan.
Karena itu RRT juga tidak terlalu berani mendukung Conefo secara terbuka, maka jadilah RI sendirian terisolasi karena tidak ada orang mau ikut bonek seperti soekarno, keluar dari PBB.
Darimana modal kita untuk berslogan Indonesia no 4 dalam satu generasi itu kan terlalu wishful thinking juga?
PM Hayato Ikeda 1960-1964 terkenal dengan Doubling Income Plan Jepang yang tercapai waktu penyelenggaraan Olimpiade Tokyo itu sebagai kematangan ekonomi dan industri.
Juga RRT mencapai doubling income plan dalam satu generasi setelah Deng Xiaoping melakukan reformasi ekonomi total.

Indonesia di bawah Soeharto sebetulnya sudah doubling tapi karena masih di bawah middle income jadi sulit mentasnya.

*McKinsey optimis bahwa pada 2030 saja ekonomi pemerintah Indonesia sudah akan melampaui Inggris dan Jerman menjadi kekuatan ke-7*.

*Sehingga proyeksi kita menjadi nomor 4 pada seabad Indonesia 2045 bukan wishful thinking melainkan rasional obyektif*.

(Rn)