Kategori
All

Prabowo Nilai Direksi Gagal, Pasar Jaya Klaster Baru Covid 19

 

Politikus Partai Gerindra Prabowo Soenirman.

 

Busurnews.com ,Jakarta| – Politikus Partai Gerindra Prabowo Soenirman menyesalkan buruknya pengelolaan kebersihan pasar tradisional di DKI Jakarta ditengah situasi pandemic coronavirus disease 2019 atau yang biasa disebut covid-19. Penilaian buruk terkait pengelolaan pasar tradisional oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya tersebut, dianggap gagal karena ditenggarai 80 persen dari 153 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya, justru saat ini berpotensi menjadi klaster baru bagi penyebaran SARS-Cov-2.

PERLU diketahui bahwa covid-19 atau coronavirus disease 2019 adalah nama penyakit yang sedang mewabah saat ini pada berbagai belahan Negara di Dunia, termasuk di Indonesia. Sementara SARS-COV-2 adalah nama virus yang menyebabkan covid-19.

Prabowo yang juga mantan Dirut Utama Perumda Pasar Jaya itu mengklaim, bahwa penilaiannya tersebut berdasarkan hasil inspeksi di lapangan pada beberapa pasar.

Antara lain di Pasar Palmerah, Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Pulogadung Pasar Inpres Pondok Bambu dan Inpres Kebon Melati Tanah Abang yang masih terlihat dalam pengelolaan kebersihannya kumuh dan kotor.

Abaikan protokol kesehatan

 

“Kebersihan adalah salah satu bagian protokol kesehatan Covid-19. Tapi, pasar tradisional di Jakarta 80% kumuh, tidak terawat, dan kotor,” ucap Anggota Komisi C DPRD Jakarta itu, (22/6), pada hari Senin di Jakarta.

Prabowo Soenirman menyesalkan buruknya pengelolaan kebersihan pasar tradisional di DKI Jakarta ditengah situasi pandemic coronavirus disease 2019 atau yang biasa disebut covid-19. Penilaian buruk terkait pengelolaan pasar tradisional oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya tersebut, dianggap gagal karena ditenggarai 80 persen dari 153 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya, justru saat ini berpotensi menjadi klaster baru bagi penyebaran SARS-Cov-2. (dok.foto.ISTIMEWA)

Politikus Partai Gerindra ini juga menyesalkan tidak adanya protocol kesehatan yang diberlakukan secara ketat di Pasar Inpres Pondok Bambu.

“Pantauan saya sepertinya tidak ada protokol kesehatan di Pasar Inpres Kebon Melati Tanah Abang dan Pasar Inpres Pondok Bambu, saya perhatikan masih banyak orang keluar-masuk pasar tanpa masker dan lokasi pasarpun tidak terawat, bau dan juga kotor,” tegasnya.

Prabowo Soenirman berpendapat penularan covid-19 di pasar, dapat dikendalikan jika kebersihannya juga dijaga.

Ia juga mengkritik kebijakan Arief Nasrudin yang dinilainya kurang memonitor kondisi pasar-pasar yang berada dibawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya.

“Gubernur dan Wagub saja sudah tinjau ke lapangan. Tapi, Direksi Pasar jaya, tidak pernah tinjau atau turun ke lapangan. Aneh bagi saya,” ujarnya kepada awak media (tim)