Kategori
All

Polemik Tarif Data Seluler Dilema Pengguna Jasa Komunikasi

 

 

Busir News Com,Jakarta – Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada tahun 2018 jumlah pengguna aktif ponsel pintar di Indonesia lebih dari 100 juta pengguna dan Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar nomor ke empat di dunia setelah Cina, India dan Amerika.

Dengan karakteristik sebagai negara kepulauan, pasar Indonesia sangat membutuhkan komunikasi yang terjangkau termasuk komunikasi data yang diperkirakan akan menjadi tulang punggung perekonomian digital di masa datang.
Menurut ketua YLKI Tulus Abadi pengguna layanan data sebaiknya tidak membuat pengguna dalam posisi memilih sesuatu yang pahit karena tidak ada layanan lain yang tersedia. Pengguna hanya menjadi obyek jualan semata tanpa mengindahkan bahwa tak semua orang suka dengan konten yang dibundling dalam paket jualan data. Kalau penyelenggara jasa seluler masih menggunakan mindset seperti itu maka akan terlibas dari persaingan contohnya bagaimana operator memaksa konsumen untuk merasakan bundling dengan konten tertentu yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen.
Yang dibutuhkan pengguna seluler saat ini adalah layanan data yang stabil dan terjangkau. Maka diperlukan penyelesaian formula yang sesuai terkait tarif jasa yang ditawarkan penyelenggara jaringan bergerak seluler termasuk untuk suara, SMS dan data.(Iksan).