Kategori
Artikel

Pola Kosumsi Masyarakat Akan Bergeser Menjelang Dan Pada Saat Lebaran

 

Oleh:  Dhedi Rochaedi Razak

Busur News Com,Jakarta – Pola konsumsi masyarakat biasanya akan bergeser menjelang dan pada saat Lebaran.
Pemerintah pun diminta dapat mencermati dan mengantisipasi tren pergeseran tersebut.

“Pemerintah harus mencermati pola pergeseran konsumsi di Idul Fitri.
Penduduk Jakarta yang sekarang 10 juta mungkin pada saat Lebaran tinggal 4 juta saja karena mudik,”

Pemerintah mempertimbangkan pola pergeseran konsumsi terhadap ketersediaan bahan pangan di seluruh daerah tujuan mudik.

*Kalau tidak diantisipasi bisa dipastikan harga di kota besar akan turun tetapi di daerah-daerah akan naik, Ditambah lagi, para pedagang pasar dan ritel akan membatasi operasi mereka pada saat Lebaran tiba*. –

Dan daya beli masyarakat juga cukup tinggi pada saat hari besar.
Mereka mengumpulkan uang selama setahun untuk mempersiapkan Lebaran.
Kemampuan daya beli pasti meningkat jadi harga berapa pun biasanya pasti dibeli.
Itu yang menjadi masalah.
Menanggapi hal tersebut:
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pihaknya akan mengoptimalkan kinerja

Toko Tani Indonesia yang kini jumlahnya berkisar 1.600 unit dan tersebar di seluruh Indonesia.
Kami tugaskan sampai H-2.
Intinya TTI akan digerakkan.
Stoknya sudah siap.
Kami juga pastikan harganya akan terus mengikuti ketentuan pemerintah.

Tidak hanya TTI, Perum Bulog juga akan memaksimalkan peran Rumah Pangan Kita yang merupakan toko bahan pangan binaan perseroan tersebut.

*Saat ini, setidaknya terdapat sekitar 18 ribu RPK yang tersebar di seluruh Nusantara*. –

(Rn)