Kategori
All Daerah

PKMR Kembali Hadir Berbagi Sembako Kepada Warga ditengah Epidemi Covid 19

caption: Ketua PKMR, Hj Rossa S Romlah (kebaya merah) bersama pengurus lainnya tengah membagikan sembako kepada warga yang berhak menerima.

Busurnews.com. – MALANG RAYA, – Untuk kesekian kalinya PKMR/Perempuan Kebaya Malang Raya salurkan bansos kepada warga, yang merupakan kegiatan rutin sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak covid 19.

Kegiatan PKMR pada hari Minggu kemarin (14/06/2020) dipusatkan didaerah Kelurahan Bumiayu Kecamatan Kedungkandang,Kota Malang.

Tepatnya di RT 05/ RW 01 disalah satu rumah seorang warga setempat, yakni Bu Mery atau Siti Mariyam untuk menjadi posko dadakan guna difungsikan sebagai penyaluran sembako pada hari itu juga.

Sembako diberikan kepada para janda tua yang ada disekitar situ yang dianggap layak berhak menerimanya

Menurut ketua PKMR, bahwa
intuk kegiatan kali ini,
sembako yang dibagikan, murni tanpa kerjasama dengan pihak manapun, artinya mandiri, donasi murni dari para anggota,adapun isi sembako meliputi beras, minyak goreng, mie instan, kue kering serta baju layak pake.

“Mudah-mudahan baksos kami dari PKMR ini, yang sudah kita lakukan kesekian kalinya bisa menjadi contoh sentuhan kecil buat masyarakat yang mampu, untuk bisa berbagi “ujar Ketua PKMR, Hj Rossa S Romlah pada awak media.Senin (15/06/2020)
” Tidak usah menunggu. Dan waktu yang tepat adalah saat ini, karena sebagian dari rejeki kita mungkin tidak begitu berarti, tapi sangatlah besar manfaatnya buat saudara kita yang sangat mmbutuhkan, sebab dampak covid ini” ungkap Rossa.

“Kami ingin anggota PKMR punya empati yang besar terhadap lingkungan sekitar,
sebagai wujud kepedulian kita” tambahnya.

Dijelas olehnya, untuk kegiatan selama masa covid 19 ini memang beberapa program rencana terpaksa terhenti untuk sementara, seiring diberlakukannya PSBB dan stay dirumah.
Sehingga seperti misal pertemuan setiap bulan dan pelatihan dibidang kewanitaan untuk menunjang pemberdayaan kemandirian wanita baik kwalitas dan kwantitas harus tertunda.

” Tapi Insya Allah di bulan Juli jika suasana sudah membaik kami akan laksanakan pelatihan untuk anggota atau masyarakat diluar anggota kami dan bersertifikat”terang Hj Rossa.
(lih)