Kategori
opini publik

Pilkada Jawa Barat 2018 Diprediksi Tidak Jauh Berbeda Dengan Pilkada DKI 2017

Oleh: Dr. Dhedi Rochaedi Razak, S.HI, M.Si

Busur News Com,Jakarta
PILKADA Jawa Barat 2018 diprediksi tidak akan jauh berbeda dengan Pilkada Jakarta 2017.

Isu-isu yang terkait politik identitas bakal menjadi komoditas dagangan.
Meski demikian, politik identitas itu tidak akan setajam yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama.

Pasalnya, identititas bakal calon tidak jauh berbeda.
“Sama-sama Sunda dan Islam.
Politik identitas akan dipakai dengan melihat identitas calon dan mengulik nilai-nilai keagamaannya,”.

Bupati Purwarkarta Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil diprediksi bakal maju menjadi calon Gubernur Jabar 2018.

Lawan politik Dedi akan mempertanyakan keislaman peraih penghargaan toleransi dari Komnas HAM pada 2016.
Dedi, dinilai sekelompok masyarakat lebih kental merawat nilai-nilai budaya ketimbang agama.

Sedangkan kepada Ridwan, ia melihat arsitek lulusan Institus Teknologi Bandung itu dianggap terlalu melindungi kaum minoritas di Bandung dalam hal mendirikan gereja. –

“Akan banyak berita hoax hanya untuk menunjukkan bahwa mereka berbeda.
Tetapi, politik identitas tidak akan setajam dan sekelam di Jakarta,”.

Identitas politik, tidak hanya soal suku, agama, ras maupun golongan.
Kesamaan-kesamaan identitas pun bisa dibuat seakan-akan berbeda.

Hal itu pernah terjadi pada Pilpres 2014 ketika Presiden Joko Widodo diserang isu komunis dan nonpribumi.

“Semua berawal dari hoax.
Karena itu, ke depan penegak hukum ke tidak boleh ragu-ragu memproses hukum”.

*Bawaslu juga harus tegas terhadap cara-cara yang merusak kehidupan berbangsa*.

(Riena)